Uniform

Tak sengaja mata saya menangkap judul tulisan di sebuah media online. Tentang pakaian Mark Zuck ketika bertemu kepala negara Republik Indonesia.

Kenapa pemerintah (baca: DPR) mempersoalkan ‘uniform’ (jeans dan kaos abu-abu lengan pendek) pendiri Facebook Mark Zuck ketika doi bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo di Amerika?

Bukankah selera berpakaian juga termasuk kebebasan HAM? Tak boleh diatur apalagi diundang-undangkan. Selagi cara dan selera berpakaian masih memenuhi tata dan norma, saya kira tak ada yang perlu dibahas. Tak layak dipermasalahkan.

Barangkali pemerintah lupa pada alm.Bob Sadino yang hanya berjeans pendek sepaha dipadu kemeja, ketika beliau ‘bersafari’ mengisi acara, bertemu penguasa, meet n’ great dengan pengusaha.

Lagipula, jika pemerintah hendak meluangkan waktu sekejap saja, silahkan googling ‘identitas’ yang melekat pada seorang Mark, berapa harga jeas dan kaos doi, lalu konversi ke rupiah. Kemudian, bandingkan harga dan kualitas kaos abu-abu lengan pendek Mark dengan kaos ‘made in ajo’.

Jika Tuhan saja tak hendak membahas penampilan dan pisik hambanya, lalu mengapa pemerentah seolah-olah lebih Tuhan dari Tuhan? Lagipula sampai saat ini Jokowi fine-fine saja, tak mengeluhkan kebiasaan Mark.

Tapi begitulah… DPR lebih sering keblinger daripada bener. Gemar mengurus hal tak penting, tapi abai pada hal yang benar-benar urgen.

‘Aku heran’, begitu kata alm. Franky Sahilatua.

Screenshot_2016-02-22-13-53-16_1456124038639
Photo credit: google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s