amigos

Hadir lagi, setelah hampir setengah tahun jemari absen menari. Banyak peristiwa yang luput saya kabarkan di laman ini. Beragam kisah mengharukan, menegangkan, mencengangkan, sekaligus menjengkelkan, terlewatkan begitu saja. Kisah yang masih layak disajikan agar bisa dicermati, dan anda dapat menemukan hikmah yang terserak daripadanya, barangkali.

Hingga akhirnya bunyi beep email pada ponsel membuyarkan lamunan saya tentang convocation day beberapa tahun silam. “lama tidak menulis, sibukkah? Rumahnya sedang renovasi atau penghuninya sudah pergi?” begitu sapanya. Mulanya saya tidak mengerti pesan itu mengenai apa. Tapi membaca kata ‘rumah’, saya langsung teringat pada blog yang sudah lama saya abaikan. Rumah mana lagi yang senantiasa ‘open house’ 24 jam, bisa dikunjungi siapapun, setiap hari pula!

Dan ternyata, baru saya sadari rumah ini benar-benar kosong tak berpenghuni, berteriak lirih minta diisi, ingin dibersihkan, setidaknya ditata rapi meski sesekali. Namun saya melenggang begitu saja, berlalu tanpa peduli. Beberapa atapnya tampak berjelaga, rimbun dedaunan menggunung di beranda, sementara sisa salju desember yang telah mencair, menggenang di sudut ruang. Im so silly anyway. Maafkanlah…

Kondisi blog ini persis seperti hati. Lengang, hampa, dan berwarna sephia. Ia telah siap dengan segala. Tapi siap, bukan berarti harus membuka pintu dan memberi jalan pada sosok di baliknya. Bukan berarti harus segera mengangguk setuju pada sebuah pinta. Harus memilih yang terbaik, sembari berdoa dipilihkan yang terbaik, tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Akan tetapi mengapa minta diisi? Sebab jagat raya akan bermakna kalau ada orang lain tempat kita berbagi segenap perasaan kita…

Begitupun dengan blog. Mendapati ada yang masih setia membaca goresan saya, rasanya seperti diberi kejutan berkotak-kotak coklat. Saya sangat bahagia hingga biasnya menyebar ke seluruh jagad raya. Teruntuk kalian, yang telah menyisakan waktu luang mengikuti blog saya, menikmatinya, bahkan menyelipkan kata pada setiap cerita. Terimakasih… Apapun itu, komentar positif dan negatif, namun cukup menentramkan perasaan. Sekali lagi terimakasih.

Kamu boleh terbang lebih tinggi, berlari mengejar mimpi, menyongsong asa menggapai mentari, tapi ingatlah, aku masih di sini, menunggumu di tengah padang bersama sunyi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s