Gumam

Pernahkah kalian menggumamkan sesuatu, tanpa sengaja, namun penuh kesungguhan? Dan gumam tersebut menjelma doa yang kemudian dikabulkan Tuhan.

Sudah tiga hari ini Saya dan Farida mengangkut 5 karung pakaian dan berkotak-kotak buku ke rumah (kontrakan) baru kami di Jalan Namorambe. Dari rumah kontrakan lama di Jalan Medan Johor ke Namorambe, jaraknya cukup jauh. Kira-kira 3km. Tapi kami bersikeras menggiring sebagian barang-barang agar nantinya tidak terlalu penuh ketika diangkut dengan mobil bak terbuka. Pekerjaan ini terasa sangat melelahkan.

Sebenarnya barang-barang kami tidak terlalu banyak. Hanya ada Televisi, 4 lemari pakaian, dua akuarium ikan dan 1 akuarium kura-kura Brazil, ada lemari TV, meja bundar, 2 buah meja belajar, 1 buah rak buku, serta 3 kotak besar majalah. Namun yang membuat rumah terasa sesak dan padat dikarenakan baju yang menggunung, serta tumpukan buku dan majalah.

Barang-barang itulah yang harus kami bawa naik Honda Beat menuju rumah kontrakan baru. Perjalanan bolak-balik, dengan membawa beban yang tak ringan, dinaungi terik matahari, dan di saat bulan Ramadhan. Rasanya pahit sodara-sodara. Untung saya gak pingsan.

Rencananya, kami akan menyewa setahun saja. Setelah rumah abah saya yang terletak di Perumahan Cluster Pondok Indah itu beres dan memenuhi standard rumah layak huni (tersedia air, listrik dan dapur), maka kami akan pindah lagi. Ya, capek tentu saja. Tapi usahlah dibayang-bayangkan, biar gak gila.

Kepindahan ini adalah yang kesekian kali. Terhitung sejak kuliah di kota Medan. Saking seringnya, saya perlu terdiam lama untuk jeda sejenak demi mengingatnya. Meski begitu, saya berharap bahwa kepindahan ini membawa berkah dan kebaikan. Jika nanti pindah rumah lagi, saya ingin menetap. Maksudnya, punya rumah sendiri jadi gak perlu pindah ke sana kemari. Sebab yang namanya ‘pindah’, sungguh sangat tidak enak. Sama halnya dengan pindah ke lain hati.

Kita perlu beradaptasi dengan lingkungan baru, harus membawa kenangan dari rumah lama ke rumah baru, menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan orang-orang baru, dan sebagainya. Hal ini benar-benar memorsir tenaga, hati, waktu, dan pikiran.

Dan akhirnya gumam tersebut (hampir) menjadi kenyataan. Abah saya membeli rumah sebagai investasi, sementara kami diperbolehkan tinggal di sana. Tapi sebagaimana hal-hal yang telah saya tuliskan di atas, terpaksa kami harus mengontrak lagi. Ternyata Tuhan belum mengabulkan pinta saya sekarang. Sedangkan Tuhan lebih dulu mengabulkan doa adik saya, Farida, yang sangat mendambakan rumah sepi dengan suasana hutan. Ia selalu ingin tinggal di hutan, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Terlindung dari riuh dan berisik. Well, kicaunya terkabul. Kira-kira tanggal 20 Juni 2015, kami akan tinggal di perumahan Kuta Baru Namorambe, dengan suasana persis dengan yang ia idam-idamkan.

1429080296871

*saya, di depan rumah abah, si Minggus.

Gumam tahun lalu itu merupakan pernyataan serius. Meski saya mengucapkannya tiba-tiba, tapi saya bersungguh-sungguh. Dan Tuhan memeluk mimpi saya. Sekalipun tahun ini kami belum bisa menghuni rumah tersebut, tapi kalau saya ngotot, rumah tersebut bisa ditinggali, tetap bisa dihuni. Melihat hal ini, saya semakin yakin akan kekuatan doa bila diucapkan dengan yakin dan penuh kesungguhan.

Dan paling penting, semoga ini adalah kepindahan yang terakhir bagi kesendirian. Kalaupun saya harus pindah lagi, maka saya akan pergi bersama teman hidup masa depan. Lelaki pilihan Tuhan, yang akan membawa saya ke manapun ia pergi. Saya dan dia akan hidup bersama melalui hari, menetap di istana, tidak ada kebohongan, menjaga kesetiaan sekalipun berada di tengah godaan. Semoga ia adalah imam yang baik.

Atau, kepindahan berikutnya akan terjadi saat karir dan pendidikan mengharuskan saya bermigrasi ke luar kota atau ke Luar Negeri, menuntut ilmu, menambah pengalaman, serta menjejaki bumiNya yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s