Gumam

10 menit, di bawah perangkap lampu merah jalan raya.

Kenyataannya hidup memang mengerikan. Tapi hidup juga memberikan keajaiban bagi mereka yang berjuang mendapatkannya. Berusaha keras memanfaatkan peluang yang ada di depan mata. Entah kapan, entah bila, tak ada yang benar-benar tahu apa dan bagaimana hasil sebuah kerja keras. Sebab itu, tak perlu menghitung telur ayam yang belum menetas. Boleh jadi lima butir telur akan menghasilkan lima anak ayam, boleh jadi menetaskan 3 anak saja. Yang jelas, hidup harus dipertaruhkan, karena hidup tak mengampuni kelemahan.

Jujur saja, kadang saya merasa gamang dalam hidup. Terlebih lagi ketika belum berhasil (baca: gagal) atas berbagai usaha yang sudah saya jalankan, untuk kemudian, tak sengaja melihat sebagian teman telah mencecap tujuan. Rasanya perih. Saya bergumam sendirian, Tuhan, apa saya melakukan pertarungan yang tak pernah bisa saya menangkan? Lalu bagian saya kapan?

Sejatinya, saya merupakan perempuan ambisius, keras kepala, dianugerahi sifat pemalu dan sedikit cengeng. Saya tak memiliki keluhan ketika menghadapi persoalan hidup. Hanya saja, saya pikir logis sekali ketika hati bergemuruh kemudian mencuatkan sebuah keinginan untuk bisa seperti dulu, dengan kekayaan dan kekuasaan ada di tangan. Ah, masa lalu tak perlu dibahas, akan tetapi boleh ditengok meski sesekali. Bukan karena tak ridho atas takdir ilahi, sebab di sini, saya masih manusia profan, dengan keluguan pikiran menginginkan banyak hal. Lagipula saya bukan malaikat atau nabi.

Kendati demikian, all is well, semua baik-baik saja. Saya hanya meracau. Menumpahkan kekesalan yang belakangan ini sering menyelinap dalam hati. Entah kesal pada siapa. Entah kesal pada apa.

Sometimes I want someone just to hug me and say “I know its hard. You’re going to be okay. Here’s a coffee. And ten million rupiahs”. (untuk yang terakhir, akan keren sekali jika mereka –siapapun- mengatakannya dengan penuh pesona, plus tanpa meminta imbalan apa-apa).

10 pemikiran pada “Gumam

      1. Tidak semua yang kau mau bisa kau dapati nona, jika kau dapat seperempat maka percayakan dirimu bahwa kau telah mendapati keseluruhannya. Aku yakin kau perempuan yang mengerti

        1. separuh adalah separuh, seperempat tetap menjadi seperempat, begitulah kebenarannya. mengatakan kebenaran tak lantas disebut sebagai orang yang tidak mengerti dan tidak memahami. usah memelintir bahasa.
          manusia hidup dengan segala nafsu yang terus berubah dan bertambah dari waktu ke waktu. tak salah jika menginginkan banyak hal, asal masih berada di jalur yang tak mengada-ada. bahkan meski mengada-ada sekalipun, tentu tak haram jika keinginan berlandaskan kerja keras.

          1. Meski bahasa merdeka atas dirinya sendiri, tapi makna sejatinya tidak butuh dituliskan atau diucapkan. Jangan terlalu keras pada diri sendiri nona Dinna, berdamailah dan cintai dirimu. Aku kutipkan untukmu Puisi William Shakespeare ;

            You say that you love rain, but you open your umbrella when it rains/You say that you love the sun, but you find a shadow spot when the sun shines/You say that you love the wind, but you close your windows when wind blows/This is why I am afraid, you say that you love me too.

  1. honestly, kamu benar untuk sebagiannya bahwa; Jangan terlalu keras pada diri sendiri nona Dinna, berdamailah dan cintai dirimu.

    kamu tahu, di umur 15 tahun, saat berdoa di multazam, dinna menyelipkan doa tentang kekuasaan penuh yang harus berada dalam genggaman. 7 tahun kemudian, doa-doa itu nyata. meski mendapatkannya mahal dan melelahkan.
    tapi sudahlah. mungkin kamu benar, dinna sangat ambisius dan akhirnya terlalu keras pada diri sendiri. selalu saja begitu. mungkin selamanya begitu.

    dan thanky untuk shakespeare-nya. dan mungkin untuk yang ini kamu juga benar. cinta adalah kepura-puraan paling absurd, demi sebuah ambisi yang seketika.

    skip it. lupakanlah.

  2. Kebenaran adalah sebagian dari kesalahan, kita sama-sama menyakininya seperti sebuah koin. Ya, lupankanlah, itu adalah kata yang terhormat untuk mengawali sebuah perdamaian, Nona Dinna. Salam kenal aku mesin “vnhpt”, senang menemukanmu (:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s