Puisi

Kisahmu tertuang dalam bait-bait puisi. terukir di antara gugusan kata-kata yang menjadikannya abadi sebagai prasasti. mengurai sejarah masa lampau pada episode paling kritis, tentang lelaki yang tergantung di langit-langit rumah. di sakunya terselip selembar surat: kepada perempuan, cinta ini tak pernah padam hingga ke pembaringan.

Selamat jalan, sampai bertemu nanti. Sementara kau pulang, aku masih harus berkelana bersama hari.

‘Mengenang a.i.r.’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s