khitbah

Teruntuk kamu,

kesabaranku hampir cekak, menunggu kedatangan yang entah bila. sudah menjelang petang, tak juga ada sebarang ketuk pada pintu yang tak dikunci, tak ada siapa di baliknya. Pun belum terdengar salam dari taruna yang meminta izin pada lelaki pemarah, agar anak gadisnya dikhitbah.

meski tak pernah benar-benar sendiri, tapi bukankah hidup terlalu pandir untuk bermonolog sepanjang hari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s