klise

Berangkat dari kisah yang tak selesai, kemudian masing-masing kita berlalu dengan fase hidup selanjutnya. Siapa menjadi apa atau bagaimana keadaan berjalan, kita biarkan waktu yang bicara dan takdir yang mempertemukan. Klise memang. Sebab kita pun tak lagi menginginkan sua. Kita juga tak perlu memberi kepastian tentang masa lalu yang telah kita tinggalkan. Untuk apa? Biarkan sejarah lesap tanpa perlu kita gali, tak perlu dipungkiri. Terlebih lagi tak perlu diratapi. Sebab menggamitnya hanya membuat kita menua dan semakin cepat lupa.

Dengan gampang kita buang semua kenangan, menghapusnya tanpa bekas, sembari membawa beban luka yang sangat tidak mungkin dilupakan.

Jika memang Tuhan menghendaki kita bersidepan, kita lempar saja seutas senyum yang menggantung sekenanya di sudut bibir. Kemudian kita selipkan ucapan “hallo, apa kabar”, sepenggal dialog datar yang tak memerlukan persiapan, ibarat senapan laras panjang yang acap ditenteng serdadu kala perang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s