Saat itu aku menunggumu. Dengan segala harap terhadap penantian yang sebentar lagi berhujung temu. Kupikir kita bisa berbagi cerita pada akhirnya. Tentang ke mana kisah akan bermuara, atau setidaknya tentang perasaan.

Namun seperti kata orang bijak, tak ada yang pasti selain terbitnya matahari esok pagi. Begitulah janjimu, pupus seketika.

Semula, kupikir kamu sedang membuat kejutan. Lalu aku sengaja menunggu satu jam lagi di bawah langit yang berwana sepia. Ya, satu jam lagi. Sembari pura-pura bahagia, pura-pura percaya bahwa kamu akan hadir di depan mata dengan sekotak coklat dan satu buket bunga.

Tapi kamu berlalu dengan tawa dan maaf, kemudian kembali mengukir janji dan waktu baru. Sementara aku termangu diiringi penasaran serta pilu. Hidup memang takbisa ditebak dan manusia hanya bisa bergumam heran seraya menggeleng-gelengkan kepala. Tuhan telah menulis skenario terbaik barangkali. Namun kenyataan tetap terasa absurd dan sulit diterima akal.

Seribu tanya menyeruak dalam diam. Bagaimana bisa kamu ingkar, kenapa kamu lebih memilih ‘pekerjaan’, dan mengapa kamu bisa sesantai itu? Bukankah semestinya dua orang yang saling mencintai akan menemukan cara apapun untuk dapat bersama? Tidak ada kata ‘sibuk’, sebab semua hanya masalah prioritas. Atau, setelah semua hari kita lalui, apa aku tak menjadi prioritas?

Aku tenggelam dalam pusaran kekecewaan. Malu pada rindu yang begitu menggeliat sebelum bertemu, malu pada rasa yang terlanjur kukabarkan pada alam, malu pada burung gereja dengan cicitnya yang memecah kesunyian, malu pada harapan yang terlalu norak.

Cerita yang kutulis, tamat sebelum dimulai bahkan sebelum berkembang. Hingga membuat perasaan ini seperti lelucon yang selesai ketika tepuk tangan usai.

IMcG_0051

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s