jika

jika hadirmu berada di ujung petang, aku akan berdiri di tepi nanti sembari menata hati, dan hingga saat senja tergelincir di balik bukit, kuuntai butir-butir harap agar dapat memandu rindu menuju temu.

namun jika masih samar, bisakah namamu mengudara di tengah padang, meski tak bisa untuk dipandang, tapi setidaknya aku pernah memiliki rekam tentang gema sebuah nama yang hanya mampu kudengar dan kukenang

namun jika kaki waktu telah menjengkali usia dan takdir mengajakku pulang dengan kesendirian tanpa cinta, akankah kau tetap menantiku pada senja berikutnya, masihkah namaku tertulis di sana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s