Ketika Kamu

ketika kamu adalah desir angin yang menyusup lebih dulu dari selembar pagi yang cemburu

ketika kamu adalah puisi yang membuat kata kehilangan makna dan penyair menjadi getir

ketika kamu adalah denting nada yang menjadikan penyanyi tak bersuara

ketika kamu adalah pelangi yang warnanya selalu berpendar dan tak pernah memudar

ketika kamu adalah segenap pasrah yang membuatku menunggu di ujung resah

ketika kamu adalah ketidakpastian untuk menghadapi ketaksempurnaan

ketika kamu adalah muara dari segala letih dan airmata

ketika kamu adalah takdir yang acap kuuntai menjadi lantunan zikir

maka kamu, adalah jawaban dari penantian panjang yang telah berakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s