Akhir

Bagaimana aku akan bercerita tentang hatiku yang berat?

Kesepian memelukku erat. Hingga aku tak lagi menghitung berapa sepi yang telah aku lewatkan sejak tangan kita tak saling menggenggam.

Adakah kau merasakan hal yang sama? Atau mungkin sudah lupa pada kita di ketika itu, tentang janji yang kita tulis di sekeping dahan cemara?

Ya, kenangan bisa dipilih.

Saat sapamu sirna begitu lama, aku menduga kau telah menghapus cerita kita dan kemudian menukarnya dengan kebencian.

Tak apa. Aku memang terluka, tapi aku masih berdiri di sini sembari menatap tebing yang tak bisa kupanjat dan langit yang tak bisa kusentuh.

————
“Ini siapa?”

Aku terkesiap sesaat setelah membaca pesan singkat darimu. Sms yang kukirim kemarin baru kau balas hari ini. Dan fakta bahwa kau tak lagi mengingat nomor ponselku, dua belas angka cantik yang kau pilihkan untukku kala itu. Rupanya nomor ponsel ku pun telah menjadi masalalu bagimu.

Kupikir, inilah saatnya aku harus benar-benar melepas tanganmu. Melepas harapan, kemudian menutup buku.

March 4-2015, via Blackberry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s