kamu , kata, kita

Kepada kamu

Yang membuntuti
lalu diam-diam singgah ke rumahku
Kamu pungut beribu kata di dalamnya.
Kamu pajang di tepi meja, pada dinding dekat jendela, dan pada ruangan yang belum tertata sempurna.

“kamu menyukainya?” tanyaku mengejutkanmu
Kamu menganga, kemudian tersenyum, “aku menikmatinya,” katamu

kita tak saling mengenal, hanya bersapa lewat maya.
Entah bagaimana, kata menyatukan kita utuh, hingga membuat kamu tersentuh. Juga aku.
Barangkali ada magnet di situ. atau barangkali memang tercipta demikian

ah,bukankah kita tak membutuhkan alasan untuk menyukai?
Biarkan saja hati kita takjub pada pendar kata yang jatuh ke bumi.
ia ibarat pelita,
pelita yang mengikat kita menyatu dalam baris-baris kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s