Tetes Perih Dari Langit

kita mungkin akan hidup bersama kenangan yang dibingkai oleh hujan
di mana tiap tetesnya adalah instrumen yang ingin kita mainkan
sementara gemericiknya adalah nada yang ingin kita dengar kembali
meski sesekali…

dalam keterasingan
nostalgia menyeret kita ke dalam arus sunyi yang kita ciptakan sendiri
terperangkap dalam pekat dan tak mampu kembali

tawa yang lepas
rasa yang tak tuntas
luka yang cadas
mengapung pada rawa masa lampau
bersama sisa hujan tadi malam

sebagian diri kita memohon tetap tinggal
untuk menyelaminya
sementara sebagian lain memaksa bergegas
agar kisah lenyap tak berbekas

kini
tak ada lagi sapa
tak ada lagi kita
namun sering kali rasa menyusup perlahan
mengantar keping luka diselingi rasa sakit
seiring hujan jatuh dari balik langit

Ibukota, 19 Januari 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s