bersamamu aku utuh

Tema:

Tidak banyak orang yang berani jatuh cinta tanpa tahu balasannya. Dan aku, adalah pengecualian dari ketidakberanian itu.

Zanne, mencintaimu, adalah suatu kemewahan bagiku. Sebab untuk sampai ke tempatmu, aku harus melewati berpuluh pasang mata, banyak mulut yang acap memaki,menghina dan mencerca. Lalu, mengapa kaki harus berhenti melangkah hanya karena pandangan remeh dan ucapan kejam tanpa rasa bersalah?

Memang perjalanan kita masih jauh dari hampir. Meski demikian aku tak akan membiarkan semuanya berakhir.
Zanne, percayalah bahwa pelangi tak kan pernah memudar sekalipun hujan hanya bisa kita tatap dengan nanar. Setelah berbuhul hari kita tinggalkan, tapi saat ini tangan kita masih berpegangan bukan?

Kau tahu Zanne, bersamamu aku utuh meski harus mengaduh. Jadi kumohon bertahanlah, resah ini hanya seketika, akan lenyap saat kita membuka mata di keesokan paginya.

Medan, 4 Februari 2015

Flash Fiction ditulis untuk mengikuti program ##FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s