Adakah puisi terindah selain dia?

Tema:

Dalam segala hal dia adalah laki-laki biasa. Sama biasanya dengan laki-laki sebelumnya, yang pernah hadir mengusik rasa. Ia bukan sekedar singgah, tapi menetap. Ia bukan sekedar menyapa, tapi mengajak lena. Ia bukan mengajarkan cinta,tapi ia adalah cinta yang sesungguhnya.

Ketika ia tak ada, aku merasakan lengannya bersamaku. Ketika ia bicara, aku merasakan ucapannya adalah ketulusan.
Kata yang kuuntai tak lagi berguna. Kalimat yang kurangkai telah kehabisan makna. Lalu adakah puisi terindah selain dia?

kamu tahu, baru saja ia menelponku. suaranya mencipta debar, membuat cahaya rindu semakin berpendar. “aku selalu gagal ketika berhenti mengingatmu, walau sekejap” ujarnya dari seberang.

waktu tak pernah menunggu. rodanya berjalan begitu cepat, mustahil untuk aku cegat. karena itu aku berlari menyongsong harapan untuk bertemu dengannya, dalam ritme nafas yang bergegas.

Hari ini, aku dan dia telah berjanji untuk bertemu, selepas senja yang cemburu. Hanya aku dan dia. Hanya kami. Tentu saja tanpa puisi.

Flash Fiction ditulis untuk mengikuti program ##FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s