Suluh Hati

Bagaimana aku harus menikmati purnama, sedang keberadaanmu merupakan cahaya dari segala cahaya yang membias ke segala? Mampu menggiring gulita ke dalam lautan terang, menghalau pekat yang kerap bertandang. Maka binasalah gundah, lenyaplah kabut. Duniaku jernih seketika

Wahai suluh hati, penjaga air muka. Cinta padamu tetap satu, meski tangan maut merongrong jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s