Tatto

Pernah mendengar tentang tatto kan? Seiring perkembangan zaman, tentunya tatto sudah tak asing lagi di telinga. Tua-muda, priyayi-jelata, selebritis-humanis, mungkin telah menjadi user tatto. Jadi tidak perlu dibahas atau dipresentasikan ulang mengenai asal muasal tatto. Tinggal googling, ratusan artikel tatto terpampang jelas di layar gadget.

Pertanyaan tentang tatto cukup sering menghampiri saya. Ada yang minta masukan, minta dalil yang membolehkan, minta dukungan, sampai ada yang minta izin agar nama saya ditatto di salah satu anggota tubuhnya.

Nah, ini pandangan saya.

Jika dihalalkan memiliki tatto, maka aku akan men-tato Allah di lengan kiriku untuk menunjukkan betapa aku mencintaiNya. Tapi tanpa sholat apa jadinya?

Jika diizinkan memiliki tatto, maka kelak aku akan men-tato nama suamiku di tengkuk persis di bawah jangat untuk membuktikan bahwa aku setia padanya. Tapi membohongi dan mencibirnya, apa jadinya?

Jika dibolehkan memiliki tatto, maka aku akan menulis nama ayah pergelangan tangan kanan untuk memamerkan betapa aku menghormatinya. Tapi mengatakan ‘ahh’ dan menjadi durhaka, apa jadinya?

Jika di-iyakan memiliki tatto, maka aku akan menggambar sandi damai, cinta, kasih di paha ku untuk menunjukkan bahwa aku orang baik dan peduli. Tapi kalau tanpa praktek nyata, apa jadinya?

Jika dikasi lampu hijau memiliki tatto, maka aku akan meletakkan ikon anak-anak di punggung tanganku untuk menunjukkan bahwa aku perhatian pada mereka. Tapi kalau hanya ilustrasi, apa jadinya?

Jika ditawari tatto gratis, maka aku akan menyodorkan poto kucingku ditato di bahu untuk membuktikan bahwa aku  menyayanginya. Tapi kalau makan sehari sekali dan mandi setahun sekali, apa jadinya?

dan lain-lain.

Akhirnya, terlepas dari dihalalkan, dibolehkan, diizinkan, bagiku tatto tidak perlu. Ini juga bukan perkara seni atau tak seni, indah atau tak indah, jorok atau tak jorok. Tapi ini pandangan atau prinsip. Jika rekan-rekan di luar sana baik itu laki-laki atau perempuan gemar mentato tubuh, silakan saja. Terpulang pada kepribadian dan pilihan. Jelas saja semuanya harus dipertanggungjawabakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s