Fiksi Malas

Ini tulisan coba-coba dan tercipta saat sedang malas. Jadi, saya harap usah terlalu serius membacanya.

Bagi yang masih (ngotot) baca, saya ucapkan terimakasih banyak. Apalagi jika ikut sumbang saran dan semangat. Terimakasih banyak-banyak lah untuk itu. Kalau kalian dekat rumahku, akan kutraktir segelas aqua.

Hehee…

_________

Akhir-akhir ini Selma sering menghabiskan waktunya di sebuah rumah kecil di kaki bukit. Rumah itu terbuat dari kayu mahoni berpelitur. Hanya satu lantai, berjendela besar, dan bentuknya mirip jamur. Atapnya terbuat dari pucuk nipah yang dijalin rapi, dibentuk melengkung hingga menyerupai jamur. Di atapnya ditumbuhi tanaman merambat sejenis pergola. Ia tinggal sendirian di sana. Sebenarnya tidak. Selma memiliki seorang teman yang bisa diajaknya bicara saban hari.

Joph, ia menyebutnya begitu. Sebuah boneka dari kapas yang tingginya 30 cm, kedua matanya berbentuk kancing, tidak punya mulut, tapi memiliki dua telinga. Itulah mengapa begitu istimewanya Joph bagi Selma.

Tidak tahu apa yang membuatnya murung, tapi kelihatannya Selma sangat berduka. Ia curahkan kepedihannya pada sebuah netbook hitam yang telah menemaninya selama tiga tahun.

Jika sebelumnya seseorang telah mengetahui bahwa kelakuan buruk berdampak fatal dan global, maka percayalah, ia tak kan pernah menginjak tempat terlarang meski satu langkah kaki.

Maka, setelah kesalahan yang kau perbuat, pernahkah kau disebut ‘trouble maker’ atau ‘penghancur keluarga’?

Karena tidak terbiasa berterus terang atau curhat-curhatan, maka jangan pernah mengira bahwa aku tak menderita akibat ulahku sendiri. Efek yang kurasakan, lebih dari yang kalian alami.

Tuhan,

Bawa aku sejauh-jauhnya. Di mana tak seorangpun bisa menjangkauku karena saking panjangnya jarak, tidak ada signal telepon untuk berkomunikasi, tidak ada sarana transportasi untuk bertemu, tidak ada televisi untuk mengabarkan keadaanku.

Hanya ada Netbook, Joph, dan masyrakat asing. Aku ingin memulai hidup baru dengan orang-orang baru yang nantinya akan jadi keluargaku.

Tulis Selma di tengah gundah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s