Hihi

Misalnya,

Di masa lalu, kau telah melakukan kejahatan dan kebejatan pada setiap orang terutama pada orang-orang terdekatmu. Sebenarnya jika dlihat dari dampak kelakuanmu, sangat sulit kau dimaafkan. Karena begitu dahsyat, begitu gawat, begitu meresahkan sampai-sampai kau tak menyadari di mana kau berpijak. Kau lupa siapa dirimu alih-alih Tuhanmu.

Kau mewah, tapi kau pongah.

Hanya beberapa tahun kemudian, Tuhan mengambil lagi segala nikmat yang telah Ia titipkan padamu hingga kau terjatuh ke lembah paling curam. Kau babak beluk, remuk redam, hancur dari luar dan dari dalam.

Kau terhenti ke titik nadir, hidupmu berubah, kau kalah.

Setelah semua itu, kau tahu kesalahanmu. Kau mengerti bahwa tidak ada hal baik dari suatu kesombongan. Tidak ada perkara elok dari suatu kepongahan. Kepahitan membuatmu siuman.

Setelah segala yang terjadi, kau mulai lebih serius menghadap Tuhan. Kadang kau menangis kala sujud. Kadang tersingguk-singguk sambil memeluk lutut. Kau memperbanyak ibadah, membiasakan ikhlas, belajar sabar. Tanpa jeda, kau mengemis maaf padaNya. Sesekali di tengah lelah, kau bertanya apakah Tuhan percaya pada taubatmu? Apakah Tuhan memahami rintih dan tangismu? Apakah Tuhan mengampunkan dosaMu?

***

Pengetahuan adalah hal paling penting dalam hidup. Tanpa pengetahuan, seseorang sudah pasti akan keliru. Dari seluruh perjalanan hidupmu, seringkali kau lupakan point itu. Akhirnya kau meragukan kemurahan Tuhan. Kau sangsi pada pemilik Ar-rahman dan Ar-rahim. Padahal sifat ragulah yang sangat efektif membawamu pada murkaNya. Sifat ragu, timbul dari kurangnya iman. Kurangnya iman, karena tidak ada pengetahuan.

Tapi Tuhan lebih tahu isi hatimu. Tuhan sayang padaMu. Malah Ia sangat mencintai seorang hamba yang benar-benar bertaubat, yang menyadari kesalahannya. Tuhan bukan matematika. Maka jangan pernah menghitung marahNya, apalagi maafNya. Percayalah, kau tak kan pernah mampu untuk itu. Tuhan bukan hamba yang acap menganiaya, suka mengumpat, senang menyalahkan dan mengorek-ngorek kesalahan, gemar mendendam. Maka jangan pernah terbersit dipikiranmu untuk memanusiakanNya.

Lagipula, bagaimana kau bisa menyandingkan sesuatu selain Allah, sementara Ia adalah zat yang mutlak? Jadi, bukan wilayah kita mempertanyakan kebijakanNya. Sebab Allah berbuat menurut kehendakNya, bukan menurut kehendak hambaNya. Maka dari itu, selalulah meminta rahmatNya.

Kau tahu, ketika kau menyadari bahwa segala yang terjadi di dunia ini karena rencana Tuhan, maka kau bisa ikhlas atas setiap keadaan.

Urasanmu dengan Tuhan, selesai.

***

Sementara itu, orang-orang yang pernah kau sakiti masih membencimu, menghinamu, menyalahkanmu atas segala yang telah sudah. Bahkan yang lebih fatal lagi, mereka tak mempercayai perubahanmu. Mereka memandang sebelah mata atas usahamu memperbaiki diri.

Lalu, apa yang bisa kau lakukan?

***

Dinna,

Tak seorangpun di dunia ini yang lepas dari berbuat aniaya. Demikian itu adalah kodrat manusia sejak kali pertama Adam diciptakan. Sebab dari berbuat salah, kau tahu mana yang benar. Dari berbuat buruk, kau tahu mana yang baik, hingga nanti kau memahami siapa dirimu sebenarnya, dan apa tujuanmu hidup di dunia.

Teruslah ikhlas. Sebab ikhlaslah yang menghadirkan kejernihan, keleluasaan, dan kebebasan diri kita dari rasa sempit dan tertekan. Kita mejadi lebih bebas dan merdeka. Sebab kita hanya bergantung pada penilaianNya, bukan pada penilaian makhluknya. Tugas kita dalam menjaga keikhlasan pada setiap amal yang kita lakukan adalah dengan senantiasa meminta pertolonganNya, memelihara dan meluruskan niat. Benahi, benahi, dan selalulah membenahi diri.

Komitmenlah dalam taubat. Komitmen membutuhkan pembuktian, dan amal adalah bukti konkrit sebuah komitmen. Maka teruslah beramal hingga kelak Allah sendiri yang menghentikan kita dari aktivitas amal tersebut dengan syahid fii sabilillah.

Jadi, jangan menangis lagi. Apapun keadaannya, selalulah kuat dan bahagia.

Hihi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s