Eaa

“apa katanya?” tanya lelaki itu pada temannya. Ia nampak sibuk dengan sebungkus es di tangan kiri dan jagung rebus di tangan kanan.

“di rumah Yank. Awak cakit ea” temannya membacakan sebuah pesan dari hape merk Nokia sambil menahan senyum. Aku yakin handphone di tangannya milik temannya yang gembul itu.

“tolong dulu kau balaskan sms-nya. Tulis di situ: sakit apa sayang”

Hanya itu percakapan yang bisa kudengar karena angkot tujuan rumahku singgah di halte. Aku buru-buru naik agar cepat sampai rumah. Sengaja aku duduk di bangku paling belakang agar bisa memandangi mereka hingga ujung mata. Dua lelaki berseragam merah putih, yang satu kurus kecil, satunya lagi gemuk dan berpipi tembam. Aku tak sempat mengusik tanya pada mereka. Tapi kupikir, mereka duduk di kelas V.

Di dalam angkot, aku sedang membayang-bayangkan seorang anak perempuan sebaya dua anak lelaki tadi. Berseragam merah putih, rambut panjang dikuncir rapi, pintar tari melayu dan paling jago main kwaci. Anak perempuan tersebut selain sangat cerewet, juga hobi berkelahi. Meski teman-temannya banyak, tapi dia tak punya sahabat. Rekor ‘perang’ telah ia pecahkan dengan meninju gigi salah seorang siswa yang terkenal paling berandalan di sekolahan. Rusli nama siswa itu. Teman sekelas keturunan tamil (India), berkulit gelap, berperawakan besar tinggi.

Apa pasal? Rusli menyembunyikan tas-nya di dalam langit-langit sekolah yang asbesnya menganga. Ketika anak perempuan itu membuka tas-nya, meluncur sepotong kertas kecil bertuliskan: Nana cewek Rusli.

Anak perempuan kecil itu adalah aku.

Sekelumit kisah kecilku tentu sangat ‘usang’ jika dibandingkan dengan keadaan anak-anak zaman sekarang. Mereka telah menggenggam ponsel dari berbagai tipe dan merk, mulai mengenal pacaran, hobi jejees ke Mall dan nonton di bioskop, serta menikmati Gangnam Style dan Harlem Shake. Satu lagi, di era mereka hadir bahasa baru yaitu: alay yang mana di zamanku bahasa demikian disebut pelo alias cadel alias pendek lidah.

Tiba-tiba lagu romantis yang dipopulerkan adek-adek Coboy Junior mendengung-dengung di telinga.

kau bidadari jatuh dari Surga, dihadapanku.
eaa…
so baby please be mine, please be mine
eaa, eaa…
karena hanya aku sang pangeran impianmu
eaa, eaa, eaa…

Anak SD dan SMP sudah pacaran?

Mungkin, hanya ‘eaa’ lah yang bisa menjawabnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s