Zuhud

siang mengenalinya sebagai pencinta dunia. dikaruniai tangan midas, dengan mudah ia pindahkan kekayaan dalam pelukan. Ia berlari mengejar ambisi. Ia berburu meraih ilmu. ia megah, ia mewah.
 
Tapi malam bersaksi, ia adalah ahli ibadah, ‘hamba Allah’ sebagai identitasnya berinfaq dan sedeqah. Diam-diam, tanpa pengumuman, ia tak tersebar di televisi dan koran
 
Ia tak pernah lemah pada dunia
Ia tak pernah tua mencintai Sang Pencinta
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s