Tanpa Adam

kemarin aku merayakan hari lahir
ulang tahun kesekian
meniup lilin sendirian
dan (masih) mengucap pinta perlahan-lahan dalam diam
 
asap dari lilin yang kutiup
mewujudkan sebuah nama yang tak bisa kueja
meski samar, namun tetap kupandang tajam
 
namun angin menerbangkan deretan huruf-huruf tadi
membawanya bersemayam ke lengkung pelangi
meninggalkan aku yang terpaku dalam sepi
 
(lagi)
hiruk pikuk alam
harus aku dengarkan  tanpa Adam
 

*Puisi ini terdapat dalam antologi puisi ‘Para Pemimpi Pelangi : Mengeja Warna Jembatan Langit’

 
484132_620393767976057_759766743_n 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s