Setengah meter

Bagaimana perasaan kalian jika bertetangga (bersebelahan rumah) dengan orang yang kenderaannya mengeluarkan suara seperti truk container dan suara kaleng rombeng dari knalpot modif?

Apakah kalian tidak merasa pusing, stres, dan kesal?

Bagaimana kalian menghadapi kebisingan tersebut?

Sudah hampir setahun saya bertetangga dengan orang tiga orang ini. Mereka satu keluarga. Dua orang perempuan dan seorang lelaki. Usianya jauh di bawah saya, kira-kira 20 sampai 23 tahun. Rumah kontrakan dua pintu yang saya tempati milik tantenya. Saya menyewa rumah persis di sebelahnya.

Tetangga saya memiliki 3 kenderaan yakni sepeda motor. Malangnya, ketiga sepeda motor tersebut menghasilkan suara mesin yang sangat berisik. Ketiganya membuat saya kerap berjuang mengendalikan amarah. Kadang berhasil dengan terhormat, dan kadang saya harus menggigit tutup pena kuat-kuat.

Bayangkan, suara berisik kendaraan tersebut melintas di depan rumahmu dengan jarak setengah meter dari pintu. Setiap lewat, otomatis ketiganya membuat jantung bergetar hebat.

Pernah saya sampaikan tentang kebisingan tersebut walau dengan kalimat bersayap.  Tatkala ia asik membersihkan sepeda motornya, saya sarankan agar ia juga asik memperhatikan mesin supaya awet. Ia meng-iyakan seraya tersenyum dengan sopan. Saya pun gembira karena merasa telah sukses menganjurkan perubahan dan pede bahwa esok hari dan berikutnya dunia saya menjadi tentram.

Kemudian saya mendengar suara mesin sepeda motornya semakin ribut saja. Ketika saya tanyakan mengapa demikian, ia menggeleng bingung. Katanya sudah diservis. Mengapa tidak dibututkan saja, lalu ganti yang baru, kata saya. Tentu saja dalam hati.

Akhirnya saya pasrah. Jadi ketika ketiganya beraksi, saya berdzikir pelan-pelan. Tak selalu mujarab memang. Karena suara sepeda motor tersebut benar-benar memancing emosi. Tak hanya sepeda motor mereka saja, sepeda motor teman-teman mereka pun menciptakan suara serupa. Tahukah mereka bahwa suara bising merupakan polusi telinga?

Suatu kali (malah sering) mereka mengadakan kumpul-kumpul di rumah tetangga saya ini. You know what, sejak ba’da maghrib hingga pukul 12 malam, suasana riuh terus terdengar di depan rumah. Persis demo motor balap. Luar biasa sekali.

Saya tak paham cara mereka menghadapi kebisingan motor-motor tersebut. Mungkinkah mereka tidak terganggu? Karena setiap lewat mereka langsung tancap gas seolah-olah suara bising tersebut tak berpengaruh pada saraf otak dan fungsi pendengaran.

 

Alhasil sampai sekarang saya harus mendengarkan suara truk dan kaleng rombeng.

“Payah la memang yang berpikir ni” tutur atok (kakaek) di sela-sela memangkas rokok daunnya.

2 pemikiran pada “Setengah meter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s