Kencan Facebook

Kalau dihitung-hitung dari pertama ber-fesbuk sampai sekarang, beliau ini merupakan ‘orang asing’ alias orang luar negeri kedelapan yang telah menghampiri saya via account fesbuk tanpa menjalin pertemanan.

Kesemuanya menyapa saya lewat salah satu sarana yang disediakan fesbuk, yaitu private message. Beberapa bunyi pesannya sama persis dengan orang sebelumnya. Seperti antusias melihat saya, tertarik dengan style saya, dan ingin mengenal lebih dalam.

Awalnya saya tanggapi standard saja. Misalnya saya katakan okey, atau nice to know you. Selanjutnya mereka membalas, dari yang tadinya hanya tiga kalimat, setelah itu menjadi sepuluh kalimat karena mungkin melihat respon saya.

Di antaranya ada juga yang minta nomor kontak, alamat email, ingin bertemu atau mengajak kencan. Nah, kalau yang demikian segera saya abaikan.

Ketika perkara ini saya curhat-kan pada seorang teman, katanya saya oon. “ya ampun… sayang tuh dilewatkan. Kasi aja nomor telpon, trus ajak ketemu di café. Bawa kawan-kawan juga. Kita porotin uangnya, bla, bla, bla…”

Mulut saya ternganga mendengar komentarnya. Saya nelangsa sambil bergumam pelan, ampun, kenapa saya ceritakan… Padahal sebelumnya hati kecil saya mengatakan ‘JANGAN’. Pun begitu juga dengan pikiran. Tumben sekali mereka kompak, se-iya sekata.

Baru saya sadar, rupanya tempat curhat salah alamat. Harusnya saya curhat pada Ban Bin Bun, tiga ekor ikan berjenis Red Nose yang hobi betul menggoda si Bozo, seekor Om Udang. Akhirnya saya buru-buru permisi pulang sebelum setan membujuk saya mengangguk pertanda mengiyakan saran teman saya tadi.

Perkara selanjutnya adalah orang luar negeri yang mengaku sangat suka dengan saya. Catat ya, pakai ‘sangat’. Ia merayu saya habis-habisan. Katanya lagi, dia mencintai saya, ingin menjalin hubungan akrab, terus minta alamat email. Kontan saja saya block tanpa curhat.

Ini orangnya : http://www.facebook.com/prince.johnson.7374

Dan begini bunyi pesannya:

  • Prince Johnson

    How are you my dear,i came across your profile so i use this opportunity to ask you for a warm friendship,can i be your friend.God Bless You

  • Tuesday
  • Dinna F Norris

    Okey, just friend. No more, no other.

  • Today
  • Prince Johnson

    Thanks for reply my massage,

    I’m single parent,I have son..I’m military man and

    right now I’m in Afghanistan,Kabul because of my job

    but I come from Scotland. have u been in

    Scotland before……?
    I am an American Citizen and before I was serving in the

    UK/American Army base in Scotland UK but right now I am

    in Afghanistan, I also served in the military of the

    3rd Infantry Division in Iraq under peace keeping

    reform.please let me know in your next reply as I am having a special feelings for you.please let me know

    your work and your height /

    weight .let me know more about you ?Looking forward

    for more information about you honey Can i have your

    yahoo id for steady communication with you.please Can

    you give me your private email id .so i can send you

    mail for more privacy

Meski saat menulis kisah ini saya masih single, namun perkenalan yang begini-begini tidak masuk di akal saya sama sekali, terlebih lagi objeknya orang luar negeri. Sebab, orang yang kita kenal akrab sekalipun bisa saja menipu dan memanfaatkan kita kepada hal-hal buruk, apalagi orang yang hanya kita ‘tahu’ dari media jejaring sosial bernama fesbuk. Pun saya tak ingin ber-su’udzon terhadap perkenalan atau perjodohan ala sosial media. Sebab saya juga telah sudah melihat kenyataan bahwa dari jejaring sosial dua insan bisa melenggang ke pelaminan. Adik kandung saya buktinya.

Intermezzo, kira-kira setahun yang lalu, adik saya dan suaminya bertemu di fesbuk. Mereka tukaran poto, juga tukaran info. Kemudian entah jin apa yang merasuki adik ipar saya ini hingga ia nekat datang jauh-jauh dari Palangkaraya-Kalimantan Selatan menuju Medan-Sumatera Utara. Sangat elegan!

Mereka bertatap muka untuk kali pertama, bercakap-cakap untuk kali pertama, di stasiun Kereta Api Medan. Masih tetap saya, Aman (adik ke-5), dan Farida (adik ke-6) menjadi pengawalnya.

Singkat cerita, mereka –ditemani Aman- berangkat naik Kereta Api menuju kampung halaman kami, Tanjungbalai, dengan niat menikah. Alhamdulliah, mereka sudah punya anak laki-laki nan mashaallah tampannya. Mereka juga bahagia, inshaallah, selamanya.

Saya rekomendasikan Walt Disney mem-film-kan kisah mereka dengan judul Cinderella Islami.

Lanjut ke cerita orang-orang luar negeri tadi. Modus, kata itu yang terlintas dalam kepala saya tatkala orang-orang luar negeri tersebut menghampiri. Apa boleh buat, keputusan saya sudah bulat. Langsung Block! tanpa pesan tambahan.

Ini bukan soal su’udzon, tapi lebih kepada waspada dan berhati-hati. Sebab zaman sekarang, didukung dengan perangkat dan kecanggihan teknologi mudah sekali mengelabui.

Lagipula, kalau seseorang itu benar-benar menyukai kita, ingin melanjutkan hubungan karena Allah, ia akan bicara dengan santun, datang baik-baik, bukan MERAYU.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s