ABF yang terlewatkan

Sejujurnya, saya tak pernah terlalu serius menekuri dunia Twittland.  Bukan karena gaptek alias gagap teknologi, bukan pula karena tidak bisa menemukan hal-hal bermanfaat darinya. Hanya saja, saya terlalu asik tenggelam dalam puisi dan sedang berusaha (sekeras-kerasnya) untuk menyelesaikan novel pertama saya.

Folks perlu diketahui, melahirkan anak pertama itu sulit. Secara teori kelihatannya mudah. Karena sebelumnya saya tak pernah hamil, juga belum pernah menikah. Tapi belajar dari pengalaman mereka-mereka yang sudah lebih dulu jadi ibu, melahirkan itu intinya adalah ‘perjuangan antara hidup dan mati’. Begitu kata adik saya.

Jadi, sama halnya dengan proses emak-emak yang ingin memiliki momongan, kira-kira begitulah menghasilkan buku pertama itu. Namun sekalipun saya jarang nongkrong di twittland, bukan berarti buku pertama saya langsung lahir ke dunia. BIG NO! Kalau hendak dianalogikan, ibaratnya saya ini sedang hamil tua. Wuihh, beraaaatsss….

Nah, sejak mentasbihkan diri bergabung di ranah micro blogging pada tahun 2010, sampai saat ini kicauan saya berjumlah lebih kurang 6000-an. Saya pun amat sangat jarang ‘me-razia’ timeline kawan-kawan.

Jadi ceritanya kemarin, entah angin apa yang membuat saya mengubek-ubek timeline di twitter. Tiba-tiba mata saya tertumbuk pada informasi mengenai Asian Blogger Fest atau yang disingkat dengan ABFI 2013. Sontak mata saya terus membelalak mengamati kicau demi kicau dari paruh @aseanblobber. Ternyata ada pesta blogger yang diselenggarakan di Solo, Yogyakarta. Dalam benak, saya harus menjadi bagian di dalamnya, sekaligus ingin temu muka antar para blogger yang terserak.

Niat hati ingin mengikuti, tapi apalah daya waktu tak bisa diajak kompromi. Rupanya saya telat informasi (pake banget). Saya juga tidak dikabari oleh komunitas blogger di Sumut tentang ABFI2013 ini. Saya pikir, mungkin mereka terlupa bahwa Dinna F Norris adalah salah satu blogger yang suka nulis artikel, puisi, dan cerpen, meski apdet sebulan sekali. Saya maklum saja apalagi mengingat bangsa Indonesia memiliki penyakit lupa yang sudah mencapai level akut. Atau mungkin saya yang lalai apdet memelototi TL. Saya kira nice though-nya, bukankah Tuhan telah menuliskan takdir saya seperti apa?

Anyway, semoga kawan-kawan blogger Sumut yang attend pada ABFI2013 mendapat banyak kawan serta pengalaman yang menyenangkan. Dan juga, semoga ilmu-ilmu dan informasi dari kegiatan tersebut bisa di-estafet-kan sesampainya di tanah kelahiran.

Last but not least, semoga nantinya saya bisa menjadi peserta dalam ABF-ABF selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s