Selamat Jalan Ustadz Jefry Al-Buchori

Berita mengenai wafatnya Ustadz Jefri Al Buchori yang akrab dipanggil Uje, saya ketahui dari adik saya, Iin yang sekarang sudah menetap di Kalimantan. Kira-kira pukul 5.00 subuh waktu Medan, Blackberry dengan nada sms don’t sleep away this night-nya Daniel Sahuleka berbunyi panjang.

Kak, Uje meninggal dunia…

Membaca sms Iin, sontak saya terbangun dan langsung menyalakan TV demi mencari kepastian benarkah Uje telah berpulang. Namun dalam hati, saya amat sangat berharap sosok yang saya kagumi ini tak benar-benar pergi. Uje tak boleh mati, ia masih dibutuhkan rakyat ini. Saya bergumam sendirian seraya menekankan tangan ke dada agar tak gaduh.

Lihai jemari saya memindah-mindahkan tombol remote control, mencari informasi dari satu chanel ke chanel lain. Hingga akhirnya sampai pada TV berita, saya melihat kenyataan rupanya Uje telah tiada. Dikabarkan beliau mengalami kecelakaan tunggal, yang mana setelah kecelakaan tersebut sempat dibawa ke RS Pondok Indah, hingga kemudian dirujuk ke RS Fatmawati untuk keperluan visum.

Mengenai kronologis dibalik kepergian Uje saya tidak begitu mengetahui, sebab keterangan yang saya peroleh di TV juga masih sumir. Menurut kepolisian setempat, informasi sementara adalah Uje mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja 650 cc dengan kecepatan di atas rata-rata, ditambah kondisi jalan yang sangat licin karena sebelumnya diguyur hujan.

Uje adalah ustadz yang saya kagumi setelah KH. Zainuddin MZ. Kedua figur ini memotivasi saya dalam hidup, juga mampu menjawab kegelisahan saya tentang ber-Tuhan dan beragama.

Sekilas tentang Uje, saya pernah bertemu muka dengan beliau meski secara tak sengaja. Kira-kira tengah tahun 2009 ketika itu saya masih aktif berpolitik di DPD Partai Gerindra, dan harus ke Jakarta memenuhi undangan rapat DPP. Di Bandara Polonia, saya menunggu panggilan masuk ke pesawat Lion Air. Di situlah saya melihat Uje bersama dua rekannya dengan jelas, sebab beliau duduk persis di depan tempat duduk saya. Jaraknya hanya lima seat. Style beliau sangat sederhana sekali. Memakai baju koko (taqwa) hitam, celana jeans, berkacamata minus, tanpa kopiah. Saat Uje hendak menyimpan tasnya di bagasi atas, pramugari berusaha membantu, tapi Uje menolaknya dengan senyum.

Oya, saat berpapasan, saya sempat tersenyum pada almarhum, dan dibalas senyum. Sebenarnya tujuan saya saat itu ingin melirik asisten beliau yang Subhanallah tampannya. Badannya tinggi, kulit putih, berkemeja merah jambu, berkacamata, dan memiliki jambang tipis. Niat mau poto bersama saya urungkan. Lagipula saat itu saya belum berhijab, masih nakal dan menyebalkan. Makanya saya malu meminta poto bersama. Tidak pe-de, tepatnya.

Pertemuan sekilas dan tak sengaja tersebut memberikan kesan pada saya bahwa Uje sangat low profil, ramah, dan bersahaja. Kesemua itu tergambar jelas dari wajah teduhnya.

Sungguh saya tak pernah menyangka begitu cepatnya Uje pergi, tanpa aba-aba. Jika kita telah melihat tanda, itupun kita menyadari setelah ia tak ada lagi. Sebab kita acap memandang bahwa ‘usia tua’, adalah masa layak untuk menghadapNya. Sejatinya, kita tak pernah tahu kapan maut menjemput. Kita tak pernah tahu kapan ajal menjelang. Tapi kita diberikan Allah waktu sebagai persiapan pulang. Because life is journey, from Allah to Allah.

Selamat jalan Ustadz, semoga diampuni dosa dan kesalahan, dan Allah berikan sebaik-baik tempat di sisiNya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah, semakin kuat, soleh dan tetap dalam lindunganNya. Aamiinn…

Allahumaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waj’ali al-jannata matswahu. Innalillahi wainna ilaihi roji’un.

Alfatihah

Di sini saya sertakan beberapa status Uje yang sempat beliau tulis semasa hidupnya, yang saya ambil dari Facebook dan Twitter.

Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik.. Kembali pada siapa..??? Kpd “DIA” pastinya.. Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut.. (Path 13 April 2013)

Assalamualaikum..Mulai hari ini saya gaak lagi pake nomor Hp dan bbm ini.. Sekali lagi maaf lahir batin.. Pasti byk salah_nya…Wslm (13 April 2013)

Saya SUSAH tapi ada yang LEBIH SUSAH dari saya, Saya MENDERITA tapi ada yang LEBIH MENDERITA dari saya, Saya SEDIH tapi ada yang LEBIH SEDIH dari saya, Saya SAKIT tapi ada yang LEBIH SAKIT dari saya, Rupanya saya lebih SENANG dari MEREKA. Rupanya saya lebih BAHAGIA dari MEREKA. Rupanya saya lebih GEMBIRA dari MEREKA. Rupanya saya lebih SEHAT dari MEREKA.

~ ALHAMDULILLAH YA ALLAH BERSYUKUR DENGAN APA ADANYA KITA🙂 (Facebook)

Walaupun “KUBUR LAIN-LAIN, DOSA LAIN- LAIN, SIKSA NERAKA LAIN-LAIN” INGATLAH…!!! yang memandikan jenazah kita “ORANG LAIN”. yang sembahyang jenazah kita “ORANG LAIN”. yang mengkapankan jenazah kita “ORANG LAIN”. yang mengebumikan jenazah kita “ORANG LAIN”.
yang membacakan yasin di pusara kita “ORANG LAIN”. yang bersedih di atas kematian kita juga melibatkan “ORANG LAIN”.
jadi jangan menyusahkan “ORANG LAIN” DENGAN Sikap kita yang “TIDAK DISENANGI ORANG LAIN” ^_^
Semoga bermanfaat Insya Allah ..
Subhanallah Wabihamdihi Subhanakallahum ma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa’atuubu Ilaik ..

Jadi Inti nya,,,Kita tidak akan bisa Mampu Hidup Sendiri Tanpa Bantuan Orang Lain,,Jadi Saling Menghormati , Bantu Membantu Itu Sangat lah Penting .

Muslimah sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, namun sejauh mana ia mampu menjaga tubuhnya dengan menutup aurat agar tak sembarang orang melihatnya..
Muslimah sejati bukan dilihat dari banyaknya berbuat kebaikan,namun dari keikhlasan karena mengharap ridho Allah semata..
Muslimah sejati bukan dilihat dari indahnya lantunan suara, namun sejauh mana ia mampu menjaga lisan agar tak banyak orang tersakiti olehnya..
Muslimah sejati bukan dilihat dari bagusnya mutiara kata yang ia rangkai, namun sejauh mana ia mampu menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan..
Muslimah sejati bukan dilihat dari tingginya ilmu yang dimiliki,namun sejauh mana ia mampu memanfaatkan ilmu baik untuk diri dan sesama..
Muslimah sejati bukan dilihat dari banyaknya pria yang memuja dan mencintainya, namun sejauh mana ia mampu menjaga kehormatannya serta mempertahankan cinta sucinya hanya untuk kekasih halalnya..
Saudariku.. jadilah wanita yang anggun dan mampu menjaga harga diri niscaya kita akan lebih dihormati. Nilai kita bukan terletak dari bagusnya tubuh, indahnya lantunan suara, tingginya ilmu dan
banyaknya pria yang ingin memiliki, namun sejauh mana kita mampu menjaga harga diri kita serta memanfaatkan segala potensi yang kita miliki untuk meraih ridha-Nya semata.

Jika pria itu mencintai mu, maka dia tidak akan dia MERAYU dirimu.
Jika pria itu mencintaimu, maka dia tidak akan MEMEGANG dirimu yang belum HALAL.
Jika pria itu mencintai mu, maka dia tidak akan MEMANGGIL dirimu sayang dan lainnya.
Jika pria itu mencintai mu, maka dia akan menjaga cintanya, menunggu masanya, hingga cintanya dan cinta mu HALAL.
JANGAN BERSEDIH HATI ”

Jika ALLAH menghendaki dua hati untuk dipertemukan..
Maka DIA tak hanya akan menggerakkan hati salah satu dari keduanya..
Akan tetapi DIA akan menggerakkan hati keduanya untuk segera dipersatukan dalam sebuah jalinan kasih yang diridhai NYA..
Ketahuilah..
Hanya ALLAH yang paling Tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa seorang hamba akan dipertemukan..
Sesungguhnya DIA lah Perancang Terbaik bagi semua makhluk NYA..

Untuk tulisan-tulisan lainnya bisa dilihat di fanspage beliau:

http://www.facebook.com/pages/Ustadz-Jefry-Al-Bukhori/175619475914303

https://twitter.com/jefri_buchori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s