Kemelut hati

Acap resah menyelinap
tatkala wajah tengadah
dinikmati berpasang mata
yang menghujam
menebar puji
menghantar uji
menggiring perangkap
 
jiwa tenggelam dalam pujian
raga melahirkan riya
riya membawa petaka
hati hanyut
tak lagi berdenyut
ketika namaNya disebut
 
padahal sebarang siluet pun
mampu menggambarkan keindahan
 
bukankah senja temaram begitu dinantikan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s