Jum’at

Tiba-tiba sudah jumat saja. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Tapi ia tak berlaku pada kita, entah mengapa.

Rasanya tali jarak memisahkan kita terlalu panjang ya. Lelah aku menghitung detik demi detik, seraya berdoa agar jarak digoyang gempa sampai sekatnya menganga. Atau setidaknya, bumi tempat kamu berdiri bergeser mendekati tanah tempat aku berpijak. Sedikit-sedikit, perlahan-lahan, hingga kemudian kita dipertemukan. Dengan begitu mata bisa saling menatap, hati berdetak hebat. Pastilah suaranya riuh, gaduh. Layaknya desingan peluru dan ledakan bom yang memborbardir Suriah.

Tapi sekarang, saat aku menulis lembar kelima, kamu hilang dari jarak pandang. Tak ada.

Oh, ini jumat. Aku lupa. Tentu saja kamu takbir di rumahNya. Khusu’ menyembahNya. Jangan lupa selipkan do’a untuk kita. Semogalah Allah mengijabah supaya lekas khatam kitab sua

Cinta

betapa aku merindukan wajah yang padanya dihiasi titik-titik air wudhu’. Rambut basah bersinar akibat ditimpa sinar garang surya. Cara kamu menyingsingkan lengan kemeja. Sikap tegak sempurna pertanda siap menghadapNya. Subahanallah, kerennya

Cinta, kamu kah imamnya?

2 pemikiran pada “Jum’at

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s