Bioskop

Semalam, aku ke bioskop sendirian

Kedatangan pertama sejak setahun tak lagi pernah ke sana. Tak seorang pun yang berniat mengajakku nonton di layar besar itu. Kata mereka aku gak asik. Jelas saja. Karena kalau nonton, aku tak suka diajak bercerita. Aku hanya ingin menikmati setiap kisah dan peran yang dimainkan

Sekarang kamu sudah tahu kesukaanku yang lain kan? Jadi kalau kita bertemu nanti, sering-sering ajak aku ke bioskop ya. Tapi kalau aku sedang kesal, ajak saja aku bernyanyi. Meskipun suaraku hanya pantas untuk aku dengarkan sendiri

Cinta, aku memang berada di bioskop dengan tujuan menonton film yang kusuka. Namun kali ini tidak sedang mengamati peran, juga tidak sedang mendengar kisah. Aku memikirkan kamu. Mikirin kamu itu rugi, tau. Sintingnya, walau aku tau rugi, aku masih saja suka mikirin kamu

Cinta, tau tidak, tadi aku duduk di samping anak kecil. Ia bersama ibu dan ayahnya. Mereka berpegangan tangan, bahagia. Seperti pelangi. Tapi aku iri. Aku ingin seperti mereka juga. Sa’i menuju teater pertama, mengunyah coklat rasa strawberry, dan menghapus dahaga dengan segelas milk shake kongsi tiga

Cinta

Kapan ya

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s