Murah

Siapapun tak akan bisa membantu saya, sebab mereka tak memahami ide-ide dan pemikiran saya. Memang sepanjang hidup, saat saya bekerja sama dengan beberapa rekan, kebanyakan dari mereka berpendapat saya ini keras kepala, sulit dimengerti, dan tidak sabar. Sesungguhnya apa yang mereka katakan itu benar. Saya tak menyalahkan mereka. Keras kepala adalah sifat dasar saya. Kalau saya mengatakan bisa melakukan sesuatu, saya akan melakukannya sampai saya bisa. Bukan. Saya bukan ingin membuktikan. Tapi begitulah dorongan dalam jiwa.

Dalam banyak hal, saya ini sulit dimengerti. Jika berada di tempat ramai, rasanya saya ingin sendiri. Dan jika sendiri, saya ingin punya teman. Bahkan saya juga pernah mencarikan ‘perempuan’ untuk lelaki yang saya sukai. Untuk beberapa kasus, saya memang tidak bisa sabar. Kaki saya kerap melangkah lebih cepat melalui orang di depan saya, meninggalkan mereka jauh di belakang. Namun jika mereka lambat dan menghalangi jalan saya, maka tak segan-segan saya menabraknya. Jika bekerja dalam team, saya paling cerewet, tak bisa santai. Dan itu membuat orang-orang tak nyaman dengan saya. Saya bisa mengerti. Tapi percayalah, hal itu tak lain karena saya fokus pada apa yang saya kerjakan dan menginginkan kesempuranaan. Pada akhirnya teman saya sedikit.

Kendati demikian saya lebih lega berada di dalam yang sedikit tersebut dan menjaga mereka sewajarnya. Berteman menurut saya, biar sedikit asal berkualitas. Dan saya menikmatinya. Lagipula, kelebihan saya adalah memiliki keluarga besar. Mereka adalah teman hidup saya. Oleh karena itu saya tak pernah merasa kesepian meski kami kerap berjauhan. Terimakasih saya pada ayah dan emak yang sama sekali tak pernah terpengaruh akan bujuk rayu pemerintah menyodorkan program keluarga berencana mereka.

Berkawan itu harusnya seperti bintang. Meski cahayanya tak selalu ada, tapi bisa menjadi penerang dalam gulita. Meski tak dekat, tapi seolah-olah tetap saling berjabat. Saya bisa dengan mudah membaur, namun saya sulit bergaul. Sebenarnya hal ini dikotomi. Tapi kenyataannya memang demikian. untuk itu tak sedikit yang mengatakan saya sombong. Padahal tidak sama sekali. sebab kesombongan hanya akan menjadi masalah. Saya tak suka menciptakan masalah dari kesombongan. Itu bukan gaya saya.

Sekarang teman saya bisa dihitung. Mereka datang dari berbagai daerah, negara, profesi, materi, sikap, suku, warna kulit, dan sebagainya. Saya memperlakukan mereka sama, tak membedakan karakter yang mereka bawa. Tingkah teman-teman saya pun beragam. Mereka bisa membuat saya tersenyum, tertawa berguling-guling, bahkan menganga. Kadang-kadang, sebagian dari teman-teman saya ini datang ketika mereka susah dan mereka menghilang ketika sedang senang. Tak apa. Saya memaklumi bahwa mereka sibuk ketika itu. Jadi tak sempat datang pada saya.

Usah khawatir. Berkawan dengan saya sederhana saja. Bahkan murah. Tak perlu membawakan saya makanan jika ingin diterima. Tak perlu menyuap saya dengan ice cream jika ingin sharing. Cerita saja, saya senang mendengarnya. Jika butuh pertolongan, saya berusaha membantu sebisa saya. Usah juga berpikir ingin membalas budi. Hanya saya pinta, doakan saya. Cukup begitu. Sebab kebaikan dan keikhlasan yang ada pada saya berasal dari Tuhan. Saya tak punya hak mengkomersilkan.

Hubungan perkawanan kita bukan simbiosis mutualisme, atau saling menguntungkan. Tak perlu begitu. Kalau ingin berkawan, silahkan. Kalau tidak, juga silahkan. Ingin memuji, silahkan. Ingin menjelekkan juga silahkan. Saya tak ingin mempermasalahkan. Ini masalah selera. Orang dewasa berhak memilih hendak berkawan dengan siapa, dan bebas melakukan apa saja. Tapi yang perlu diingat, saya tak suka ditipu, begitupun dikecewakan. Karena saya juga tak akan melakukan demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s