Grow up guy

Selepas menghadiri undangan pernikahan, saya dan Farida bergerak ke jalan PJ. Nehru. Kami mau melihat-lihat Canon di toko kamera Buana Sun Plaza. Setelah menimbang masak-masak, akhirnya adik saya membeli Canon 60D include lensa kit, tas kamera, card reader, filter, dan memory card. Senanglah hatinya. Lalu kami memutuskan pulang, mengakhiri perjalanan Sabtu malam itu.

Sesampainya di sampai rumah, saya langsung surfing ke Yahoo. Menekuri pesan demi pesan sapa tahu bisa menemukan pesan yang sudah lama saya nanti. Hasilnya nihil. Surat elektronik saya belum direspon sebuah penerbit di Jakarta. Kendati lama, tapi saya berharap mereka telah membacanya.

Iseng-iseng saya buka facebook. Saya terkejut mendapat pesan dari teman lama yang sudah jarang bertukar kabar dan bertegur sapa. Lebih terkejut lagi ketika membaca pesannya. Usahlah saya paparkan biodatanya. Tapi ia seorang teman biasa dari Selangor-Malaysia. Begini pesannya, tanpa edit dan rekayasa:

salam. maaf  ya kalau permintaan saya ini dianggap kasar. bisa remove gambar saya dan kamu di Medan itu?

ianya menjadi keributan apabila bakal mak mertua saya melihat gambar tersebut. mohon Dinna sebagai  sahabat yang baik , dapat remove gambar tersebut.

saya mohon dengan rendah hati.. : )

Saya ternganga, terheran-heran, sesaat kemudian tertawa berguling-guling. Bukannya tersinggung, namun saya tak habis pikir bagaimana bisa kawan saya yang gemuk ini menjadi sangat naif. Sayang sekali pemikirannya tak seluas perutnya. Maksud saya, sejak bila ia menjadi tak dewasa? Sejauh yang saya kenal, kawan saya ini adalah pekerja lapangan. Ia pernah berkiprah sebagai pengusaha (UKM) jelly. Sekarang ia aktif berpolitik di organisasi grass roat membantu Anwar Ibrahim dan perahunya (PKR). Setahu saya, aktivitas demikian tak membatasi gerak laku pergaulan selagi masih menjaga batas dan etika. Setahu saya pula, ketika seseorang berkecimpung dalam bidang bisnis dan politik, saat itu ia sadar bahwa aktivitasnya tidak hanya bertemu satu orang, tapi bahkan ribuan orang. Ia milik public. Saya bisa mengatakan demikian sebab saya lebih dulu masuk dalam ranah perdagangan dan stand up di hingar bingar politik. Tahu-tahu tadi malam ia mempermasalahkan selembar foto.

Dude…,

Tentang foto di mana saya dan kamu berdua, berdiri bersisian serta bergandengan seperti sepasang penari melayu?

Actually I have no feeling about that’s picture baik pada saat ia diambil maupun hari-hari setelahnya. Mengingat saya juga kamu adalah public figure, saya pikir hal biasa kalau berpoto berdua. Karena bagi saya, poto tersebut hanyalah sebuah gambaran kekariban ataupun effect pertemanan sebab lama tk bersua. Toh kita juga seorang teman biasa, tak lebih. Itu sih bagi saya. Lain cerita jika kamu menganggap ada warna istimewa di dalamnya. Lagipula, saat itu saya juga kamu belum berpunya alias belum menikah dengan pasangan masing-masing (sekarang juga belum menikah ya). Tapi saya tak menyangka kalau poto tersebut nantinya akan direspon ribut oleh bakal mak mertua kamu, hingga membuatnya bermain facebook ^_^

Begini ya my big friend. So simple sih sebenarnya. Tinggal kamu delete saja poto tersebut dari wall mu (untag), atau kamu juga boleh me-remove saya dari pertemanan (unfriend). Kemudian mertua kamu pun bisa merasa tenang. Selesai.

Tapi dikarenakan kamu telah sudah menyebut saya sebagai ‘sahabat yang baik’, its okey, I did. Meskipun untuk itu saya harus berjuang dengan signal dan connection  modem yang very-very slow hanya demi membuka file gambar tak penting kemudian men-deletenya. Cukup membuang waktu. Sulit bagi saya memahami bahwa ternyata, orang yang meminta saya melakukan hal bodoh dan tak berguna itu adalah kamu.

Alahmak… Modus terselubung kah? Minta perhatian atau sedang galau agaknya ya? Apelah awak ni boi. Grow up lah dear.

Tapi boi, apapun itu, meski bagi saya terlalu norak dan mengada-ada, saya tetap menghargai pilihan kamu. Sebab tak seorangpun boleh menghalang-halangi pilihan orang lain bukan? Itu hak kamu, saya selaku teman akan menempatkan pada tempat sebenarnya. Di samping itu, saya tak tertarik berpolemik terhadap hal remeh temeh. Jadi jangan sampai orang-orang di sekitarmu berpikir bahwa saya ingin memacarimu, atau ingin mengakuisisimu. As an aquarius, I know i loves to tease .  But Im very dependable and honest.  Maka tak pernah terlintas di pikiran saya untuk mengambilmu dari pacarmu. Pun tak pernah terbayangkan jika harus bermesraan denganmu. Hei, saya pernah beberapa kali menolakmu kan? Semoga kamu masih ingat itu.

Sebaliknya, kamu tak perlu khawatir apa pendapat keluarga dan orang-orang terdekat saya ketika mengetahui dan melihat poto tersebut. Sebab mereka tahu benar pria macam apa yang saya cinta. Mereka paham betul pada siapa cinta dan sayang tulus saya bermuara. As a smart family, they understand me inside out and outside in.

Anyway, semoga kamu bahagia bersama pacar. Saya doakan supaya Allah meridhoi hubungan kalian hingga pernikahan bisa cepat-cepat dilaksanakan. Untuk itu saya ucapkan barakallahulakuma, hendaknya menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah. Titip salam pada pacar dan bakal mertua ya. Hehee…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s