Tes kejujuran

Saat mendaftarkan diri pada suatu event atau perlombaan, tujuan utama saya adalah untuk menang. Apalagi kalau hadiahnya uang tunai sekian juta atau bermacam gadget. Berharap juara, meski gak pake ‘banget’.

Melihat nominal yang tertera pada papan pengumuman, sontak adrenalin saya memacu kencang. Kemudian pikiran merambat liar pada nama-nama tim penilai, berapa banyak jumlah peserta, sarat dan ketentuan, closing date, dan terakhir, apa yang harus saya lakukan pada event itu.

Kadang, saya berharap pada saat perlombaan semua peserta menjadi linglung. Mereka tak bisa berbuat apapun selalin bingung. Selain itu, saya juga membayangkan bagaimana iblis menyeret mereka pada suatu tempat, hingga mereka tak menemukan jalan untuk kembali. Ketika event berakhir, barulah mereka sadarkan diri serta menyesali mengapa mereka tidak berpartisipasi di dalamnya. Penyesalan memang selalu ngaret, sodara-sodara. Dan saya akan tertawa menyaksikan sebuah kebodohan.

Jelas saja saya bahagia ketika mendapati nama saya lah yang tertera di baris pertama papan pengumuman. Saya menang. Saya berhak mendapatkan hadiah.

Menurut saya ini bukan soal egois. Tapi sebuah pengakuan, seberapa jujur kau pada dirimu sendiri. Jujur saja, saya ingin menang. Saya menginginkan agar hadiah menjadi milik saya. Kalau boleh juara satu biar hadiah yang saya dapatkan jumlahnya besar.

Tapi tak ada yang bisa dilakukan. Pikiran-pikiran itu menguap begitu saja ketika jam mulai bergerak ke jadwal yang ditentukan, hingga jarumnya sampai pada tempat pertanda berakhirnya lomba. Sebelah kaki terlanjur melangkah, sayangnya tak ada jalur untuk berbalik arah. Kita hanya perlu terus bergerak, berjalan, dan bekerja keras pada apa yang telah kita mulai.

Namun dari semua hal itu, dari semua keusilan pikiran saya tadi, sungguh saya tak sepakat dengan perbuatan curang. Seperti nepotisme dalam sistem penjurian, ataupun sogokan pada panitia dan pemilik acara. Saya memang usil, tapi saya takut rezeki saya tak berkah gara-gara mencurangi orang lain. Terserah dari mana ia berasal, apa sukunya, apa warna kulitnya, apapun agamanya.

Folks, besok deadline. Jadi hari ini saya harus mengirim tulisan untuk sebuah perlombaan. Doakan saya juara ya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s