Shocking question

“Kerja apa sekarang?”

Kupikir ini adalah pertanyaan paling membosankan dari seluruh pertanyaan yang pernah hadir dalam hidupku. Dan menempati urutan kedua ada pada pertanyaan “boleh aku bertanya sesuatu?” dan “ada yang ingin kubicarakan” berada di urutan ketiga.

Benar-benar konyol! Di era global bin liberal (say hi to Ulil Abshar) semacam ini, di mana seharusnya orang-orang to the point menanyakan beberapa hal atau membicarakan jenis masalah apa yang mereka ingin kemukakan, tapi mereka malah membuang-buang waktu dengan pertanyaan yang tak perlu. Kita memang tinggal di Indonesia saat ini. But hei, didn’t you know? The black Obama menempati urutan pertama dalam pemilihan Presiden di jazirah Abang Sam, dan dia menjabat untuk kali kedua. Where did you go, folks?

Well, mari membahas satu persatu mengapa aku sangat tidak menyukainya. Kita mulai dari urutan ketiga, “ada yang ingin kubicarakan”. Mengapa ia ada di urutan ketiga padahal ketiga pernyataan tadi memiliki tingkat kebosanan yang sama? Hal tersebut, dikarenakan ia bukan merupakan pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan. Kemudian, teman-temanku jarang sekali menanyakan hal demikian. Beberapa dari mereka sudah bersuara tanpa diminta. Untuk perkara ini, mereka kunamakan tukang gosip. Mereka ada di mana-mana, terlebih lagi di dalam kamar mandi perempuan. Mereka mulai bicara tentang rekan kerja, mencemooh rival terkuat dalam menaklukkan lelaki bodoh, dan banyak gosip murahan lainnya sambil menyapukan ulang beberapa kosmetik. Disusupi tawa.

Selanjutnya, “boleh aku bertanya sesuatu?”  That was shocking question yang membuatku harus menahan nafas sejenak, menata debaran jantung, dan mulai memikirkan hal terindah yang bisa kupikirkan. Okey, semua akan baik-baik saja, saatnya menghembuskan nafas perlahan. Namun sesuatu apa yang kudapatkan? Rupanya mereka menanyakan alis mata tebalku, bagaimana aku bisa menggambarnya sesuai bentuk ke-kini-an. Lalu, pertanyaan terbaik yang bisa mereka ajukan, di mana aku membeli accessories yang kugunakan, serta bagaimana aku memakai turban dan kerudung dengan segala ragam modifikasi. Benar-benar bukan pertanyaan bermutu. Perlu dicatat, mereka telah membuang energi yang telah kupersiapkan demi mendengar ‘sesuatu’ itu.

God! Untuk dua pertanyaan itu, bukankah mereka telah melakukannya sebelum bertanya? Bukankah mereka tak perlu lagi menanyakan “boleh aku bertanya sesuatu?” ataupun membunyikan pernyataan “ada yang ingin kubicarakan”?  Andai mereka mau sedikit lebih tegas dan berani menghadapi lawan bicara. Sebab mereka hanya perlu berani untuk bicara, bukan untuk demonstrasi jahit mulut. Kenyataannya, setiap orang memang memiliki persamaan hak, tapi bukan persamaan prinsip, sikap, apalagi karakter.

The last session, “Kerja apa sekarang?” Biasanya aku akan membalas dengan jawaban-jawaban aneh, tentu saja tak pernah serius. Seperti menyetrika pakaian selama seminggu penuh, atau bermain-main dengan kucingku. Menghayal, boleh juga sesekali.

Rasa-rasanya, kalimat ‘kerja apa sekarang’ yang ditujukan padaku begitu menohok ulu hati, bilamana kuartikan kedengarannya seperti aku ini adalah seorang buruh menyedihkan, seorang bawahan yang ditindas bos paling menyeramkan, atau seorang karyawan abadi yang tak akan pernah naik gaji.

Ooowhh Folks, its not me! Bisakah kalian menggantinya menjadi ‘apa kegiatan sekarang?’  Akan lebih manis kedengaran, dan aku rela menghabiskan dua jam mengobrol bersama kalian.

 See ya Folks ^_*

2 pemikiran pada “Shocking question

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s