Dimanapun awak, retaslah jarak

Nomor : 02/DFN/SUMUT/2012
Sifat : terbuka
Hal : rindu

Mendapati awak, -yang entah siapa dan di manapun berada-
 
Entah mengapa bisa saya rindukan awak. Mungkin ada hubungannya dengan film hindia yang saya tonton baru saja. Pemerannya Shah Rukh Khan, cinta keempat saya setelah Jimmy Lin, Zamani Slam, dan Bryan Adam. Tapi tak tahu bagaimana hendak menyingkap tabir jarak agar rahasia rasa tersibak.
 
Dari kejauhan, saya bisa menangkap getar suara tawa yang menggema. Saya yakin itu awak. Namun sampai saat ini, saya hanya bisa membayangkan keelokan paras, menawannya senyum, bagaimana tingkah, dan setegas apa awak tegak. Semoga awak berwibawa, bersikap apa adanya, tidak imitasi, cerdas, dan lucu. Sebab saya juga demikian. Kalaupun sedikit berbeda, hendaknya perbedaan tak menciptakan perpecahan, melainkan menjadi perekat dua jiwa untuk semakin erat.
 
Cerita punya cerita, kendati tahun sudah berganti dan zaman sudah reformasi, saya belum pernah pacaran. Sebagian orang mengatakan itu aneh. Padahal saya lah yang merasa aneh kalau pacaran. Bagaimana mungkin saya bisa menukar waktu, uang, dan pikiran dengan pacaran? Sebagian lagi meragukan orientasi dan fungsi hormon. Sudah jelas-jelas saya perempuan normal yang mudah terpesona memandang wajah rupawan nan teduh. Sebagian ada yang menanyakan saya ini ada rasa atau tidak. Sebetulnya, saya, hati dan pikiran, adalah team yang kompak, selalu berjalan beriringan. Kadang-kadang saja terjadi perang batin. Itupun kalau akal sedang merajuk. Maka, saya adalah perempuan paling perasa, paling paham kapan saya suka, kapan saya tertarik dengan lawan jenis. Selanjutnya, sisanya adalah ayah. Kata beliau, saya ini termasuk kategori perempuan beriman karena menyanggupi sarat enggan pacaran. Saya girang namun tak terkejut. Seperti halnya seorang ayah, ia selalu berada di pihak anaknya. Apalagi sekelas ayah saya. Baginya, anak laksana permata intan bertahtakan berlian.
 
Dalam surat ini, ingin saya katakan sejujurnya pada awak. Berharap awak tidak kecewa.
 
Ehheeemmm… (ambil kuda-kuda sebelum bicara).
 
Dari semua teman-teman saya, 70 persennya adalah laki-laki, 28 persen perempuan, 2 persennya banci. Saya sering duduk berbincang bersama mereka, yang 70 persen itu. Saya juga menjalin hubungan dekat (tenang saja, bukan sesuatu spesial), sekedar ngopi bareng, ngemil, atau jalan-jalan ke wilayah baru yang belum sempat saya jejaki. Pernah juga saling rangkul dan berpegangan tangan sebagai tanda berkawan. Saya tahu demikian itu sangat salah. Saya khilaf, insaf dan taubat. Saya takut Allah membenci saya, dan takut pula jika pasangan hidup saya kelak akan berbuat serupa. Sampai sekarang pun saya merasa sangat bersalah. Mohon awak jangan marah. Sekiranya pun awak murka, saya hanya bisa menyunggingkan senyum pasrah. Awak boleh memilih sekaligus menentukan pada siapa hati akan singgah. Pada Allah jualah saya berserah.
 
Kemudian, inti paling perlu awak ketahui, saya belum pernah merasa benar-benar jatuh cinta. Seperti angin berhembus di telinga, pasir berdesir di dada, jantung lebih cepat memompa, dan penduduk bumi hanya ada saya dan awak, berdua saja. Menurut saya, begitulah seharusnya jatuh cinta. Tidak dibuat-buat. Semua mengalir apa adanya. Malu-malu, hening, gembira, menunduk, membisu. Seperti gaya jatuh cinta orang dulu. Betapa saya ingin merasakan semua itu dengan awak -yang entah siapa dan sedang di mana-  ketika kita bertemu kelak.
 
Singkatnya, awak adalah orang paling beruntung jika mendapatkan saya. Hal yang sama, saya pun berharap menjadi wanita paling bahagia karena dipertemukan dengan lelaki sempurna.
 
Maka, dimanapapun awak, segera datang, retaslah jarak.
 

Satu pemikiran pada “Dimanapun awak, retaslah jarak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s