Nyanyian sunyi

 
Padamu,
lelaki masa depan
 
kupersembahkan seuntai puisi,
pertanda sayang dan cinta yang tak ada habisnya,
meski belum pernah kita bertatap muka,
 
tahukah kau,
tatkala aku berdiri mematung di hadapan senja,
terbersit sebaris sunyi mencambuk hati
ketika aku berbaring di bawah langit semesta,
hadir sejumput sepi menggores nadi
meninggalkan ribuan perih luka
yang tak pulih hingga detik ini
 
ahh, baru aku mengerti,
rupanya lah sendiri sungguh menyakitkan
sampai-sampai senja tak bisa mengalahkan nyerinya,
nyanyian camar tak mampu mengusir heningnya
gemerlap bintang tak dapat menerangi kelamnya
 
lelakiku
segeralah datang
jemput tulang rusukmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s