betapa

 
betapa tangan ingin melukis sketsa
mewarnai tiap garis dan gerak
menyatu padu dalam bentangan kanvas
hidup
bukan aub
 
betapa kata ingin berucap
membariskan kalimat demi kalimat
menorehkan syair demi syair
mengagumi keindahan pikir dan paras
nyata,
bukan rekayasa
 
betapa hati ingin singgah ke suatu tempat
berlabuh dan menetap
mengusap remah-remah luka
menaja rasa baru serupa perdu
meski sisa
 
menghentikan perjalanan
mendaratkan pertualangan
ke suatu sosok
selamanya
bukan berikutnya
 

12.01 pagi

Indonesia, ruang hampa udara, lintas massa.

* dimuat di harian Waspada, persis dua minggu lalu. Folks, please check it out. Lot of thanks for you guys always support me*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s