sesosok kau

Sejak hujan pertama hingga gerimis akhirnya
aku masih duduk dalam sepi
tafakkur
merapatkan jari
menyusun pinta
pada sang pemilik takdir:
sesosok kau
 
Menyusur aksara
semacam apakah gerangan kau bernama
mereka bayang
seperti apakah nantinya kau datang
 
Kau
merupakan rahasia langit
yang tersimpan dalam ruang gulita
yang tak pernah mampu kubaca
meski sudah diam-diam kunyalakan pelita
                            
Kau, -entah siapa-, kuharap begitu istimewa
kau, -entah di mana-. kupikir begitu nyata
kau, -entah bagaimana-, semogalah begitu sempurna
 
clipt

– Puisi ini dimuat di harian Waspada, 7 Oktober 2012 –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s