Bintang kecil tanpa nada

Ternyata, tidak semua suara anak-anak nyaman di telinga. Kalau dulu kupikir semua anak-anak memiliki suara nyaring, lucu, renyah, dan terlihat menggemaskan bila mereka sedang bernyanyi, rupanya realita tidak lah demikian. Hipotesisku selama ini berantakan. Andai masih menuntut ilmu di universitas, sudah tentu dosen pembimbingku akan marah besar karena aku telah membuat penelitian asal-asalan.

Barusan kudengar Moudy, anak tetanggaku bernyanyi. Ia menyanyikan lagu lama, Bintang Kecil ciptaan pak Daljono, ayah musisi kenamaan A. Riyanto. Lagu itu juga salah satu lagu andalan emakku ketika beliau mendendangkan kami dalam ayunan. Itu sebab aku hafal lirik dan nadanya sampai sekarang meski aku tak pernah belajar not angka dan not balok pada lagu tersebut.

Moudy bermain-main di depan rumahnya. Sendirian. Ia berlari, melompat, berputar, berjongkok, kemudian duduk. Ia memakai sendal berbeda. Warna biru pada kaki sebelah kanan, warna pink di kaki sebelah kiri.

Di komplek rumahku memang banyak anak-anak. Lebih afdhol lagi kalau kusebut anak-anak aneh. Di ujung gang belok kanan, terselip dua orang anak perempuan kembar yang tak berhenti bicara. Di ujung gang belok kiri, terdampar lebih banyak anak perempuan yang masih berumur sepuluh tahun ke bawah, namun gemar memakai high heel. Persis di samping rumahku, ada dua anak lelaki kembar yang kerjanya menangis saja. Saban hari mereka menangis. Kami –aku dan adikku- menggelarinya tuyul karena kepalanya botak. Sedang di depan rumahku, ada seorang anak perempuan genit dan adik lelakinya yang seringkali step. Masih berdekatan dengan rumahku, ada anak lelaki yang kerap menjulurkan kepalanya ke pintu jika melihatku naik sepeda motor. Juga ada anak perempuan bergelar ‘Shaolin’ karena doyan main ‘silat’. Dan banyak lagi.

Ajaibnya, dari sekian banyak anak-anak aneh di komplek rumahku, yang paling aneh adalah Moudy. Rambutnya keriting total berwarna pirang. Badannya kecil, kurus kering, juga pendek. Kulitnya putih pucat walaupun ia sering bermain di bawah matahari. Wajahnya bulat, lepak. Ia suka menjerit dan berteriak entah untuk siapa. Sesaat kemudian ia menangis entah karena apa. Hobinya bermain benteng alias petak umpet. Tapi ia paling suka sembunyi, bukan mencari. Kalau ia kalah bermain dan tiba gilirannya menjaga, Moudy berhenti main. Ia pergi begitu saja tanpa bilang-bilang. Padahal semua teman-temannya sudah bersembunyi sejak tadi. Karena Moudy tak muncul-muncul, akhirnya keluarlah teman-temannya sambil marah-marah. Mereka pun berkelahi meributkan kecurangan Moudy. Moudy berang. Ia tak terima disalahkan walau kenyataannya ia memang salah. Jika kasus ini dibawa ke pengadilan, pastilah Hakim ketua, Hakim anggota, dan Jaksa Penuntut Umum mendakwanya bersalah. Bahkan Komnas PA sekalipun tak sudi membelanya. Setali dua uang dengan kak Seto. Namun demikian, Moudy tetap pada pendirian: Tidak Bersalah.

Tiba-tiba ia bernyanyi. Dimulai dari nada awal yang sebenarnya sudah tepat, kemudian mengakhirinya dengan nada paling tinggi. Setinggi yang ia mau.

“bintang kecil… (rendah), di langit yang biruuuuuuuuuuuu (tinggi)

Amat banyak… (rendah), menghias angkasaaaaaaaaaaaaa (tinggi)

Aku ingin terbang dan menari… (rendah), jauh tinggi ke tempat kau beradaaaaaaaaaaaa (tinggi)”

sambil tersenyum puas.

Herannya, caranya bernyanyi tak berubah dari syair pertama hingga syair terakhir. Suaranya juga sangat fals, kasar, jauh dari enak. Tapi ia tetap bernyanyi. Tak peduli ia pada nada-nada yang disusun almarhum Pak Saldjono itu. Tak peduli ia pada aku yang gondok karena mendengarnya bernyanyi. Tak peduli ia pada suaranya yang sama sekali tak merdu. Mungkin ia juga tak peduli pada dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s