Berani

Berharap aku punya keberanian seperti Khadijah, yang tak pernah berhenti mengagumi Baginda Nabi lewat berbagai pertanda. Mengenal dari bisikan Maysarah, melamar melalui perantara Nafisah. Setidaknya, sedikit berani yang aku punya, untuk mampu mengirimimu puisi, cinta.

Hanya puisi.

Mengukir siluetmu dalam seribu bahasa. Melukis senyummu dalam bait-bait prosa. Meski sebenarnya tak pernah sempurna. Bagaimanapun ia nantinya, namun serpihan katanya adalah goresan perasaan yang kususun tiap senja menjelang. Berwujud gelisah, berbentuk rindu, berupa cemburu, beragam malu, berisi tawa, berbalut airmata.

Hanya untuk kau tahu, betapa aku mendamba hidup bersamamu dalam ridhoNya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s