PELESIRAN KE TANGKAHAN

Tak perlu jauh-jauh dan ngeluarin doku habis-habisan jika ingin berwisata ke daerah keren tapi hemat, fresh, dan wonderful. Datang saja ke Tangkahan. Kita bisa mengelilingi hutan Tangkahan sambil melihat-lihat gajah dan orangutan. Cukup packing dengan dua atau tiga potong pakaian, uang secukupnya, dan bekal makanan, sampailah di area yang menyajikan panorama alam dan juga merupakan ‘paru-paru’ dunia ini.

Bahh… Masih belum tau juga? Baca terus tulisan saya yang akan diikut sertakan dalam kontes ‘Sumatera Utara Ini’ ya kawans.

Mengenal Tangkahan

Mungkin ada sebagian yang masih asing dengan tangkahan. Okey, no problemo. Sebab gaung tangkahan belum membahana kemana-mana, minim publikasi oleh pemerintah setempat. Jangankan di Indonesia, di Sumatera Utara sendiri Tangkahan masih merupakan tempat yang jarang didengar orang, kecuali untuk orang-orang yang bergerak dalam bidang konservasi.
So, wajar saja klo tangkahan gak up date di mata dan telinga.

Daerah ini memiliki hamparan hutan hujan tropis dataran rendah yang sangat luas dan kaya akan keanekaragaman hayati। Hutan Tangkahan berada di lahan seluas 792.675 hektar, diketinggian 3404 meter di atas permukaan laut dengan temperatur udara 21° – 28° C. Hutan Tangkahan masih merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser. Kawasan hutan ini merupakan salah satu habitat asli dari Orangutan dan Gajah Sumatera. Sayangnya, sebagai habitat Orangutan dan gajah, data-data yang menjelaskan mengenai keberadaan dua satwa di lokasi ini masih sangat kurang.

Informasi penting, Tangkahan pun menyajikan hutan sangat lebat. Ber-khas hutan pantai dan hutan hujan tropika, hutan ini pun masih perawan. Di dalamnya terdapat beberapa sungai, sumber air panas, lembah, dan air terjun. Ekosistem alamnya sangat indah dan beragam, meliputi dataran rendah (pantai) hingga pengunungan. Terdapat banyak jenis satwa langka yang dilindungi, seperti kucing hutan, harimau Sumatera, rangkong, orang utan, siamang, ular, kupu-kupu, burung, gajah Sumatera, kambing hutan, dan rusa sambar. Selain itu, ditemukan juga tumbuhan pencekik (ara) dan tumbuhan langka lainnya, seperti bunga raksasa “Rhizanthes zippelnii” yang berdiameter 1,5 meter, bunga raflesia, dan daun payung raksasa. Yang lebih istimewa lagi di hutan Tangkahan ini adalah Gajah dan Tangkaran kupu, air terjun dan sungainya yang sering dijadikan sebagai arena Arum Jeram bagi youngers yang gemar tantangan alam.

Lokasi dan Transportasi

Tangkahan merupakan lokasi ekowisata yang letaknya berada di Desa Namo Sialang, Kec. Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Medan yang minim dengan ekowisata, menjadikan Tangkahan sebagai salah satu tempat wisata ideal yang menyegarkan mata bagi keluarga. Dibutuhkan waktu tempuh kurang lebih 7 sampai 8 jam dengan mengendarai mobil atau sepeda motor dari kota Medan untuk mencapai daerah ini. Memang, jarak dari kota Medan menuju Tangkahan relatif dekat yaitu 180 km. Berdasarkan pengalaman saya dan kawan-kawan yang sudah duluan kesana, jalan-jalan yang ada pada umumnya sudah rusak berat, sementara jembatan-jembatannya juga banyak yang sudah runtuh, sehingga untuk sampai ke kawasan itu kita harus rela menyeberang dengan memasuki tiga sungai yang salah satu diantaranya memiliki kedalaman hingga 1 meter. Medan yang ditempuh bisa mengocok perut. Karena masih banyak jalan bolong, berlumpur dan gak beraspal. Jadi, siap-siap mental saja kalau ingin segera meluncur ke te-ka-pe.

Oya, untuk menjelajah kesana, selain menggunakan kendaraan pribadi, seperti sepeda motor atau mobil, youngers juga bisa menaiki bus penumpang, Pembangunan Semesta (PS) jurusan Sawit Seberang. Rutenya mulai dari Kampung Lalang, Binjai, Stabat dan Masuk Ke Desa Sawit seberang dan terakhir menuju Desa Namo Sialang, Kec. Batang Serangan. Ongkosnya sekitar Rp 30.000,-/pp. Bus ini stand by masing-masing satu dari Medan dan satu dari Tangkahan dan beroperasi sebanyak dua trip per-harinya. Saat ini, Cuma bus PS sih yang bisa kamu gunain kesana. Sebab belum banyak travel agent yang membuat paket ke Tangkahan karena fasilitas akomodasinya belum terlalu lengkap.

Recommended and Most Wanted

Diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang, secara geografis Tangkahan berada di 030˚ 41’ 01’’ LU, dan 980˚ 4’, 28,2’’ BT। Menawarkan pemandangan indah dan udara segar yang menyejukkan, kita bisa menjadikan Tangkahan sebagai tempat pelarian melepas lelah dan penat di kota.

Obyek wisata yang menjadi andalan di Tangkahan adalah air terjun, pemandian air panas, gua-gua dan hutan alami. Selain itu, kamu tidak sekedar melihat, Gajah yang biasa dipergunakan untuk berpatroli menjaga hutan dari berbagai ancaman praktek pembalakan liar, kini juga bisa mengantarkan youngers berkeliling hutan dan tentunya membayar lebih dulu। Coz, hasil dari pembayaran itu akan digunakan untuk melestarikan alam dan memelihara satwa-satwa disana agar berkembang biak dan tak punah.

Dialiri Sungai Batang Serangan dan Kuala Bulu, di samping memberikan keindahan alam untuk dinikmati, Tangkahan juga berpotensi sebagai tempat penelitian। Misalnya klo kamu mau meneliti spesis langka atau mengamati prilaku satwa-satwa disana. Yang pastinya, daerah ini most wanted untuk segala bidang baik itu jalan-jalan, pendidikan, atau meditasi. Why? Soalnya, kita bisa menikmati alamnya yang asri dan hutannya yang masih alami, tanpa perlu takut terganggu polusi dan suara bising kenderaan.

Meski medan yang ditempuh cukup menyesakkan, namun banyak surga-surga alam yang tersembunyi dibalik Hutan Tangkahan. Dijamin tidak terasa letih ketika sudah menikmati panorama Alam Tangkahan yang begitu indah. Untuk penginapan, kita harus menyeberangi sungai yang begitu deras dengan menggunakan Rakit. Pastinya, gak terrible horrible deh buat yang doyan berpetualang. Penginapan di sana baru berjumlah sekitar 40 kamar, dan semuanya sederhana dengan tarif antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per malam. Sebaiknya musti memesan lebih dulu pada para pengelola penginapan untuk menghindari kemungkinan kamar penuh.

Biasanya sih, pengunjung yang datang ke Tangkahan pada umumnya adalah masyarakat lokal ditambah wisatawan mancanegara a.k.a bule’. Mereka datang pada hari libur dan hari-hari besar nasional. Tapi, kalau mau mampir kesana di hari-hari biasa juga oke kok. Ngomong-ngomong nih, sebelum beraksi, kita harus melapor dulu ke pos Team Rangger (pengawas) yang selalu siaga di tempat ya. Supaya lebih safety.

Baiklah tuan-tuan danpuan-puan, seperti yang udah diingatin ke kamu, sebaiknya membawa bekal makanan ringan ke Tangkahan. Sebab di Tangkahan belum ada tempat makan sekelas restoran। Yang jualan makanan juga warga setempat, So bisa dibayangin makanan yang mereka siapkan ala kadarnya dan sederhana. Rasanya biasa-biasa saja, kecuali jika kalian mau berburu ikan baung bersama para ranger di malam hari, dan membakarnya sendiri di pinggir sungai yang jernih dan bersih.

Recommended sangat untuk back to nature.

3 pemikiran pada “PELESIRAN KE TANGKAHAN

  1. secara personal, sampai saat ini, Tangkahan adalah satu2nya tempat yang pingin saya kunjungi kembali. rasa hormat saya juga untuk pengelola Tangkahan yang bersedia membiarkan jalan menuju Tangkahan alakadarnya demi untuk “membatasi” pengunjung dan demi menjaga ke-asri-annya.
    saran saya buat temen2 lain, jangan pergi ke bukit lawang setelah dari tangkahan, akan sangat anti-klimaks liburannya nanti, paling engga, itu yang saya alami waktu itu, hehehe.
    oh, iya, saya ada catatan perjalanan berkaitan dengan Tangkahan ini, semoga bisa membantu temen2 yang berencana mau kesana.

    http://simplyindonesia.wordpress.com/2011/01/14/itinerary-tangkahan-sumatra-utara/

    it’s HIGHLY RECOMMENDED place in my opinion. salam …😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s