awalnya setitik

Awalnya cuma setitik. Tumbuhnya di dagu. Manis kelihatannya. Sampai semua orang yang lihat jadi gemes dan berdoa, berharap mereka juga ingin punya setitik saja, di dagu. Apalagi kalau yang melihat itu orang-orang dulu. “idiihhh… manisnya ni anak” begitu kata mereka.

Masih ingat Rano Karno kan? Pemeran utama film Si Doel Anak Sekolahan, anaknya si Babe Benyamin S? Nah, bang Rano juga punya setitik di dagu. Rada besar, jadi kelihatan sangat jelas. Makanya orang-orang pada bilang kalau saya mirip bang Rano. Maksa kan?
Ada juga yang bilang kalau saya pasang susuk pengasih atau pemikat.

Haisshh… komentar beginian yang bikin saya agak repot menjelaskannya. Yang jelas, saya memang manis tanpa susuk apapun. Baik itu susuk pemikat, susuk pemanis, susuk ibu, susuk gigi, atau susuk sate.

Tahi lalat saya ini memang selalu jadi kontroversial. Iya, tahi lalat. Padahal setitikpun dari tahi lalat saya tak pernah mengganggu mereka. Tapi herannya, kenapa mereka merasa resah dan gelisah dengan tahi lalat saya. Selalu ada saja ejekan dan jadi bahan tertawaan. Mereka bilang WC lalat, tumor jinak, juga tato. “cuci pakai Rinso” ujar salah seorang teman yang bercandanya sampai tak tahu diri. “oohh… pakai kertas pasir saja, biar mulus”, kata teman yang terjangkiti virus psikopat ala film SAW.

Sebenarnya saya masih bisa memaklumi bercanda yang sama sekali tidak lucu itu. Tapi kalau terjadi tiap hari, bosan juga saya mendengarnya. Bahkan saking seringnya bercanda, agar minder juga saya dibuatnya. Sodara-sodara, rasanya ingin sekali-kali saya sumbat muncung mereka pakai high heel, biar tak berisik lagi.

Sekarang, tahi lalat saya bertambah setitik demi setitik hingga keseluruhannya (setelah saya hitung ulang) menjadi 15 titik. Itu hanya di bagian wajah saja. Belum lagi tahi lalat di daerah tersembunyi yang tak sempat saya hitung.

Namun, tidakkah mereka tahu bahwa tahi lalat membuat awet muda? Saya pernah membaca desas desus mengenai tahi lalat di salah satu berita. Para peneliti Inggris baru saja menemukan bahwa orang yang memiliki banyak tahi lalat ternyata dilindungi secara genetik dari banyak kerusakan akibat waktu, dan cenderung akan memperlambat proses penuaan.

Penelitian baru ini juga mengatakan bahwa orang bertahi lalat banyak tak hanya akan menunda keriput dalam usia matang, tetapi juga memiliki tulang yang lebih kuat, dan otot yang lebih kencang.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti dari King’s College London mengambil sampel 1.200 kembar perempuan identik dan tidak identik berusia 18-79 tahun. Dari jumlah tersebut, mereka yang memiliki lebih dari 100 tahi lalat di tubuh mereka ternyata memiliki tulang yang lebih kuat, sehingga kecenderungan untuk mengidap osteoporosis menurun 50 persen dibanding perempuan yang tahi lalatnya kurang dari 25.

Tahi lalat dibentuk oleh sel-sel yang memecah dengan cepat, yang mulai memproduksi titik-titik pigmen gelap pada anak-anak mulai usia empat tahun, dan akhirnya lenyap sekitar usia 40. Meskipun begitu, pada sebagian orang tahi lalat ini juga terus menyebar ketika usia bertambah. Pada saat itu Anda akan merasakan kulit yang bebas keriput dan mulus, yang membuat Anda jadi terlihat tujuh tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

“Sampai sekarang, setiap orang masih mengabaikan tahi lalat,” kata pakar genetik Profesor Tim Spector. “Kebanyakan tahi lalat mulai hilang pada usia 40, tapi kami tahu bahwa orang-orang yang tidak terlihat tua dan baby face pada usia 60 cenderung memiliki banyak tahi lalat.”

Keuntungan lain dari memiliki banyak tahi lalat adalah otot yang lebih kencang, serta mata dan jantung yang lebih sehat. Hal ini lebih berarti daripada risiko kanker kulit, yang bisa berkembang menjadi melanoma maligna akibat paparan sinar matahari.

Maka, setelah membaca penelitian tadi, berbanggalah saya. Sebab banyak juga rupanya manfaat tahi lalat ini, meskipun jumlahnya menyemut di pipi. Dan saya semakin menyadari, Allah memang memberikan anugerah-anugerah keren buat saya.

ini foto saya. tahi lalat saya banyak kan ^_*

yuph..

Satu pemikiran pada “awalnya setitik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s