ditinggal nikah

Pertama lihat dia langsung jatuh hati. Orangnya tampan, keren, berkulit coklat, dewasa, suaranya bagus, rapi, elegant, smart and nice looking. Menurut saya, dia itu idaman sebagian besar wanita keren dan berwawasan kedepan.

Saya mengenalnya saat masih kuliah di salah satu Universitas ber-flat merah di Sumatera Utara. Namanya Prabu Revolusi. Dulunya, dia berprofesi sebagai anchor di Trans Tv. Setelah itu, Prabu pindah ke Metro Tv dan menjadi anchor di berbagai program Metro Tv. Disitu, Prabu kelihatan semakin matang dan mempesona. Sehingga membuat saya juga semakin menyukainya. Bahkan saya pernah berkhayal ketemu Prabu. Dan parahnya lagi, saya telah jadi pacarnya dalam khayalan saya itu. Bolehlah disebut berharap.

Setelah lulus dengan mengesankan dari kampus, kira-kira setahun kemudian saya diajak tepatnya diminta oleh ‘orang pusat’ untuk menjadi koordinator kelahiran sebuah partai politik yang nantinya menjadi sangat popular dan bergengsi.

Singkat kata, salah seorang Ketua di Partai politik (bang Fadli Zon) diundang menjadi pembicara/debat di studio Metro Tv Jakarta. Otomatis saya dan rekan-rekan dari Partai Politik ikut menghadiri dan meramaikan acara debat tadi. Disitulah secara tak sengaja saya bertemu dan berpapasan dengan Prabu Revolusi. Feels like flying without wings sebab harapan saya untuk bertemu dengannya jadi kenyataan. Faktanya, lebih tampan yang asli dari yang di Tv. Saya pun semakin terkesima…

Desas-desus yang beredar (sebenarnya sih karena saya mengorek-ngorek informasi), Prabu telah menikah dan punya seorang anak. “sebelum jadi anchor dia juga sudah merit” kata teman yang punya info akurat tentang Prabu. Seketika itu juga, pupuslah niat saya ingin menggodanya. Maka, dengan segala kekuatan yang masih tersisa, saya berusaha bersikap professional yang segala daya upaya hingga berhujung kepada norak level lima.

Jadi rekonstruksinya begini,

Kami berpapasan muka, bertatapan mata, dan saling tersenyum. Setelah itu ia berlalu, saya ge-er terpaku, sambil berjalan tanpa melihat ke depan, kaki tersandung bangku.

Hasilnya, semua rekan-rekan yang ada di studio menertawai saya.
Sama sekali tidak keren. Bayangkan kalau kalian ada di posisi saya. Dengan gaya yang dipaksa elegant, berlagak politisi masa kini (sok kritis, suka ngomong meski ngawur, dan sok serius biar dikatain fokus), serta dada membusung bak model papan atas, akhirnya, berakhir pada kejadian memalukan. Sakit pula. Haaisshh…, malunya sampai ke ubun-ubun.

Meski demikian, sampai sekarang sosok Prabu bagi saya masih mempesona. Masih saya tungguin juga appearance-nya di Metro Tv , walaupun kadang-kadang terlewatkan. Masih saya cari juga informasi tentangnya di google. Dan tadi, saya dapatkan kabar kalau Prabu sudah melaksanakan akad nikah dengan Zeee Zee Shahab, pesinetron sekaligus panelis dalam acara Democrazy di Metro Tv.

Rupanya setelah sekian lama tak bertemu dan tak ada kabar, Prabu sudah divorce dari istrinya. Saya sih kurang tau mantan istrinya siapa, dan gak tahu juga kapan doi divorce. Saya juga sudah cari tentang profil lengkap dia di google, tapi gak ketemu. Tapi yang pasti, saya sedih ditinggal kawin sama Prabu Revolusi. Dan itu dikarenakan kekuranglihaian saya mendekatkan diri dengan orang yang saya sukai.

Mungkin saja sewaktu ‘masa duda’, si Prabu mencari-cari saya. Tapi karena gak ketemu-ketemu, lantas dia nyerah dan berlabuh pada Zee Zee.

Ya ampun…
Gak nyangka, saking ngebetnya saya jadi pinter buat cerita kayak sinetron Indonesia.

3 pemikiran pada “ditinggal nikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s