tak sopan

“menikahlah sebelum dijodohkan”

Sepertinya kalimat diatas cukup pantas ditujukan buat Nana, seorang gadis 26 tahun, enerjik, lucu, manis, sedikit galak, peduli, rajin sholat, cerdas, sudah Hajjah, IP kuliah diatas 3,5, kaya, dan mempunyai karir terbilang bagus untuk usia mudanya.

Namun, menemukan pendamping hidup bagi Nana sedikit sulit. Walaupun bukan masalah meski saat ini ia masih sendiri. Kontradiktif? Betul! Penasaran? Baiklah, mari kita simak wawancara langsung dengan cewek keren dan multi talent ini.

Apa makna sendiri buat anda?
“alone but not lonely, terjemahan bebasnya, sendiri tapi tidak dalam kesendirian. Karena ‘sendiri’ adalah sebuah pilihan. Mungkin kedengarannya seperti patah hati atau putus asa mencari pendamping hidup, dan kemudian tidak ditemukan. Tapi kenyataannya, bagi saya sendiri adalah proses menanti daripada pacaran, bercinta dengan yang bukan muhrim dan yang belum halal”

Apakah anda betah hidup sendiri?
“oh, Alhamdulillah saya sudah biasa dengan itu. Karena seperti yang saya bilang barusan,bahwa saat ini saya memang sendiri tapi tidak dalam kesendirian. Saya punya keluarga, punya teman, punya rekan kerja, punya musuh, punya banyak kegiatan, punya fans dan banyak lagi. Dan itu membuat hidup saya tidak sepi. Sebab mereka keluar masuk mengisi kehidupan saya”

Apakah anda pernah dijodohkan?
“nah, good question. Anda memang wartawan yang cerdas. Tentang perjodohan, saya tidak masalah dengan itu. Saya sangat berterimakasih dengan orang yang dengan tulus nyomblangin saya. Tapi, saya pernah punya pengalaman menjijikkan seputar perjodohan. Begini ceritanya…,”

Nana mengangkat gelas kopinya setinggi muka, kemudian meminum kopi yang masih hangat itu.

Aku tidak pernah meminta apalagi memaksa untuk dicarikan pendamping hidup. Meski juga tidak bisa dikatakan bahwa aku piawai mencari calon suami. Buktinya sekarang aku masih sendiri. Tapi, kesendirian ini kurasa baik-baik saja. Bahkan wajar karena belum masuk tahap ‘danger’. Lagipula aku percaya jodoh sudah ditentukan Tuhan, sudah Ia pilihkan, hanya saja waktu yang belum sampai padaku.
*suami masa depanku, harap sabar menunggu aku sayang, sebab tak lama lagi kita akan bertemu*.

Namun, jika ada yang berniat baik ingin menjodohkan, aku sambut dengan tangan terbuka, menyatakan wellcome untuk itu. Tapi aku pinta, sopanlah sedikit. Hargai siapa aku, latar belakangku dan keluargaku, pisik, pendidikanku, dan lainnya. Pernyataanku ini bukannya ingin dan ngotot mencari pendamping setampan Shah RUkh Khan, sekaya Bill Gates, se-soleh Nabi Muhammad, secerdas Amien Rais, se-peduli Warren Buffet, se-baik Dude Herlino, jago dalam musik seperti Rhoma Irama (kalau ada sih gak nolak). Hanya saja, tolonglah mengerti. Jangan rendahkan aku dengan mempertemukanku dengan seseorang yang memaksaku ingin memanggilnya kakek, paklek, sopir, bahlul, atau Om. Aku ingin memlih.

Kalau ingin mencarikan seseorang buatku, lebih baik lihat aku lebih dulu. atau paling tidak, tanya-tanya gitu. tapi kalau tidak bisa mencarikan yang sesuai kriteriaku, lebih baik diam disitu. Pandangi saja apa yang akan kulakukan dengan usiaku, dengan kesendirianku, dengan hidupku.

NB:
Thankyou buat kalian yang menjodohkan. Aku tahu kalian baik, tapi sungguh, kebaikan kalian itu menghinaku dan keluargaku. Semoga kalian diberkahi Tuhan dengan diberikanNya kalian kecerdasan pikiran.

Oke guys, sudah tahukan bagaimana pribadi mbak yang tetap semangat ini? Keep sharing dengan cerita-cerita beliau yang lain.

2 pemikiran pada “tak sopan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s