mungkin malaikat jibril muak padanya

Sebagai seorang gadis manis yang (sengaja) menenggelamkan diri di bidang tulis menulis maupun jurnalis, ada beberapa hal yang tidak perlu untuk aku tahu. Tapi, sebelum aku ceritakan apa itu, akan lebih baik aku bahas dulu apa yang dimaksud dengan jurnalis.

Jurnalis atau wartawan adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Singkatnya, wartawan adalah seseorang yang bertugas mewartakan, memberikan informasi atau mengabarkan suatu peristiwa kepada penikmat media (baca: pembaca/pemirsa). Namun, setiap wartawan pastilah memiliki tugas liputan berbeda-beda. Seperti wartawan untuk daerah perang dan konflik, wartawan di bidang politik, wartawan di bidang kriminalitas, wartawan di bidang ekonomi, wartawan di bidang hukum, wartawan di bidang informasi kecantikan, wartawan di bidang gosip artis (untuk yang satu ini aku kurang tahu apakah mereka dikategorikan sebagai wartawan atau paparazzi), atau sesuatu yang lebih ekstrem lagi namun (masih) bisa disebut sebagai profesi adalah, wartawan amplop atau wartawan gadungan.

Jadi tidak semua hal di dunia ini (bisa, musti, harus, perlu) di ketahui wrtawan. Jika tidak berhubungan erat dengan lahan liputannya, maka peristiwa yang terjadi, hukumnya adalah ‘boleh’ untuk diketahui. Bukan jatuh kepada ‘harus atau mutlak’ untuk diketahui.

“Nai, katanya Panji si Petualang itu meninggal ya?” Begitu datang dan msuk ke ruang kerja, salah seorang kanvaser di kantorku menanyakan kejelasan kabar tentang si Panji, yang pernah kutonton sebanyak 3 kali, tak lebih.

“hadeeuuhh… gak tau ya bang” jawabku singkat dengan mata masih mengarah ke monitor komputer model lama keluaran tahun 2000, tahun yang sama waktu aku berangkat naik Haji.

“iya. Abang baca di majalah. Katanya di makan Komodo waktu syuting Panji Petualang. Crew yang lain gak bisa nyelamatin si Panji”.

“gak tau bang, sungguh… Lagipun gak mau tau” ekspresi cuek, bibir manyun, dan tangan kanan memegang mouse.

Dia berang “wahh… Seharusnya ini perlu dicari tau wartawan. Ini kan berita penting”.

Dengan sangat jengkel dan pasang wajah putus asa, kualihkan pandanganku padanya. “penting untuk wartawan lain, tapi sangat tidak penting untukku. Pertama, karena tidak menambah wawasan dan informasi cerdas. Kedua, karena beritanya tidak bisa diuangkan. Dan perlu diketahui, aku tidak akan pernah mengurusi panji. Mau dia mati dimakan komodo, dipatuk ular, digigit semut, itu urusan dia. Yang mati kan dia, bukan aku, keluargaku juga bukan teman dekatku. Mungkin saja malaikat Jibril muak padanya. Oleh sebab itu nyawanya dicabut. Terserahlah mau apa penyebabnya. I don’t care. Karena aku lebih mengkhususkan diri menjadi wartawan elit dengan membahas politik, konflik Negara, sosial, hukum dan ekonomi. Tentang Panji, biarlah Tukul Arwana dan Sule yang akan mengabarkan. Oke…?!! Jangan tanya aku lagi tentang itu”

Namun, kulihat gelagat ia akan balas bicara. “tanya saja yang lain, jangan aku”, ucapku. Setelah itu, kuambil air dingin di kulkas. Haus! Asal kau tahu, berbicara dengan orang yang tidak intelektual sangat menguras tenaga, membuang-buang waktu, dan menyebabkan hipertensi. Untung saja aku belum nikah dan tidak sedang hamil. Kalau tidak, janinku akan autis atau mungkin keguguran.

***
Seminggu lalu, rekan kerjaku itu pernah mengantarku ke rumah. Padahal rumahnya berlawanan arah denganku. Huhh… biarkan sajalah. Apa peduliku. Kenapa dia mau. Itu salahnya. Bukan salahku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s