pinggirkan kesedihan

Akan kelihatan lebih menarik jika rasa kantuk diusir dengan berwudhu’. Diawali dengan berkumur, kemudian membasuh muka dan selanjutnya lakukan seperti ritual ketika kau akan melaksanakan sholat. Setelah itu ternyata kau masih mengantuk, kusarankan pukul kepalamu dengan keras memakai keyboard komputer. Atau, jedutkan saja ke dinding tempat dimana kau berada. Ekstrem? Begitulah agar kantuk yang menyerangmu sirna. Tapi jika aku di posisimu, tentunya aku tidak akan melakukan cara itu. Sebab aku masih waras terlebih jika berhadapan dengan diriku sendiri.

“Nai, mau roti?” teman kerjaku bang Iwan, menawarkan sebungkus besar roti isi coklat keluaran Sari Roti. As my wish…! Tadi pagi aku benar-benar ingin makan roti. Kuazam-azamkan dalam hati, sore nanti akan kubeli roti dari abang-abang roti yang biasa lewat di depan kantorku. Akhirnya roti itu datang tanpa aku beli. Jadi, disaat kau sangat menginginkan sesuatu namun ada kendala hingga kau tak mendapatkannya, maka, ingat-ingatlah apa yang kau inginkan. Pejamkan mata, ucap dalam hati, maka cepat atau lambat keinginanmu akan menjadi nyata. Tuhan tahu apa yang ada dalam hati dan pikiranmu.

Aku memang fans berat roti. Roti apapun itu. Apalagi jika roti tersebut diproduksi oleh merk dengan kualitas terjamin. Dilengkapi pula dengan secangkir kopi. Subhanallah deh nikmatnya hidup ini. Seharusnya tadi mengantuk dan malas menyelesaikan pekerjaan, jadi segar kemudian.

Kunyalakan winamp, ku klik tombol play, lagu lets have fun together-nya Ridho Rhoma mengalun kencang. Aku suka lagu ini. Unsur dangdut dan disco-nya menyatu, menghentak adrenalinku, memaksa berdansa mengikuti iramanya. Tombol volume di kompi kugeser ke kanan. Lagu Ridho semakin kencang. Selanjutnya tombol volume di speaker merk Sembada juga kuputar ke kanan. Lagunya bertambah kencang. Kulihat bang Iwan memperagakan modern dance mengikuti irama lagu Ridho Rhoma. Kuikuti tariannya. Kawan, rupanya menari begitu mengasikkan. Apalagi bang Iwan terlihat cukup mahir melakukannya. Disertai mimik wajah jenaka, gerakannya apik dan tak gagap. Temanku satu ini memang serba bisa dalam urusan entertaint. Ia punya banyak kelebihan untuk itu, salah satunya, super confident.

Aku kewalahan mengikutinya. Tapi kami terus menari, melupakan sekejap masalah yang hinggap. Kami bernyanyi, berusaha menyenang-nyenangkan hati. Akhirnya kantukku benar-benar hilang. Lagu pun berganti, berasal dari salah satu original soundtrack film My Name Is Khan. Aku lupa judulnya. Tapi lagunya nge-¬beat juga. Kami teruskan menari modern dance. Sampai kami kelelahan dan berkeringat. Dan aku berkesimpulan, selain ber-tafakkur padaNya, menari adalah treatment yang bagus untuk melepas segala penat, meminggirkan kesedihan dan mengurangi himpitan beban pikiran, daripada nge-drug, mabuk, berjudi, dan bermain-main dengan syahwat.

Pantas saja wajahnya masih muda meski berada di usia 36, bulan november tahun ini. Gumamku dalam hati seraya memandangi wajah bang Iwan diam-diam. Dia juga ringan tangan, dalam artian, senang berbagi rezeki. Dia pernah mentraktirku makan bakso, memberiku roti, wafer, gorengan, ataupun cemilan. Tanpa ia tahu, kuselipkan doa, Semoga rezekinya dilipatgandakan Allah, dimudahkan segala urusan, diberi kesahatan serta dihujani berkah. Amin.

Pukul 9.10 malam, aku dan bang Iwan bergegas pulang. Berhubung rumah kami satu arah, aku ikut pulang dibonceng sepeda motornya, dan diantar sampai rumah.

Satu pemikiran pada “pinggirkan kesedihan

  1. Sayangnya, sebagian besar orang kaya sangat bangga, aku berharap aku tahu, sayangnya, Ndanstm pertama.
    Sekali lagi Allah SWT untuk kebaikan di akhirat Vsadt Khvahanm sayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s