Bisnis ‘mekap’

“apa? Iya, iya..!” sambil ngangguk-ngangguk.
(entah siapa)
“ngapain?” mimik wajah serius, kening berkerut dan kedua alis bertaut.
(entah siapa)
“oohhhh, gitu. Oke-oke. Udah ya bang, nanti di telpon lagi”

Percakapan diatas dilakukan adikku Ara dengan entah siapa. Ara memakai ponselku, pura-pura nelpon seorang abang-abang yang lagaknya ia kenal cukup lama. Intinya, ia bicara sendiri dengan berbagai ekspresi mulai dari senyum, marah, heran, juga penasaran. Saat kutanya yang ditelponnya siapa, kata Ara, ia ada urusan bisnis make-up dengan seorang lelaki, untuk segera diselesaikan. “pokoknya ini penting kak. Bisnis mekap (make-up). Kakak tenang aja lah”, kata Ara lagi sambil membetulkan letak kacamata coklatnya. Kemudian ia menutup ponsel slidingku, meletakkannya rapi di meja.

“satu urusan beres. Nanti Ara pinjam hape kakak lagi ya. Banyak yang mau Ara telpon”. Ia pun berlalu bersama terik surya, menuju kamar untuk tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s