‘se-pi’

Selain kantuk dan kebisingan, ada hal yang sangat berperan membuyarkan konsentrasiku ketika mulai menulis. Yaitu sepi, alias sesak pipis..! Jika ‘sepi’ datang, semua kata-kata bersliweran tak tentu arah. Ide-ide berkelabat kesana kemari. Mereka berlari dan bermain lompat tali. Aku pun mendadak bingung dan tak tahu entah apa ingin aku tuliskan. Wajahku memerah, mata berair, kening berkerut, tak ada senyum sama sekali. Kalimat-kalimat yang sejak tadi kurangkai dalam pikiran, menggantung di awang-awang. Kedua kaki sengaja kugoyang-goyangkan agar panggilan alam mampu kutahan. Kugaruk-garuk kepala agar bisa menghentikannya sekejap saja. Rupanya tidak. Mereka berdesakan ingin segera dibebaskan! Namun aku keras kepala, berupaya menahan mereka.

Edan!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s