tak perlu dibela

Tuhan tidak bicara melalui kata, tapi Ia menyaksikan tiap kejadian di bumi, tanpa jeda. Tuhan melihat Nurdin Khalid, memperhatikan SBY, memandangi Ahmadiyah, mesem-mesem terhadap Khadapi, tersenyum-senyum pada petani, dan menggeleng-geleng mendengar celoteh PNS. Tuhan juga pasti memandangiku lewat Arassyi. Mungkin sambil terbatuk-batuk ketika melihat namaNya ku tulis dalam blog. Kusertakan tiap tulisan. Kubawa-bawa dalam facebook. Kusebut-sebut dalam doa.

Tuhan selalu hadir pada tiap sudut, pada tiap ruang ruang, pada tiap halaman, pada tiap tempat, pada hela nafas, pada tiap langkah. Bahkan ketika salah seorang umat Nabi Muhammad menanyakan keberadaan Tuhan, Nabi menjawab bahwa Tuhan ada, Ia lebih dekat dari urat leher sendiri.

Percaya?

Boleh tak percaya, sebab Tuhan tak butuh pengikut, Ia tak perlu dibela. Apalagi saling hujjah tak tentu arah, saling tuduh hingga saling bunuh. Ber-Tuhan harus ikhlas. Usah dipaksakan jika tak berkenan. Silakan dipertentangkan jika hendak mencari kebenaran. Tuhan sudah mengerti. Ia Maha Tahu. Sebab yang bodoh , yang tak menggunakan akal pikiran dan hati, akan tersisih sendiri. Meski tak segera, tapi itu pasti.

Satu pemikiran pada “tak perlu dibela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s