Gelas dalam gelas

Kusatukan kedua gelas setelah selesai mencucinya. Gelas kecil kumasukkan ke dalam gelas besar. Tanpa aku sadari, kedua gelas tersebut sangat pas dan serasi. Erat melekat hingga sukar dipisahkan. Gelas-gelas tersebut milik abang dan kakakku. Ketika ingin minum mereka terheran-heran, gelas tak bisa dipakai sebab sudah menyatu. Padu.

Seharusnya bersiap hendak makan, jadi tertunda sebab aku harus memisahkan kedua gelas agar bisa digunakan. Tekadku saat itu, bukan lagi merasa bersalah karena telah “mengawinkan” kedua gelas mereka hingga ‘gencet’, akan tetapi menjadikan perkawinan gelas tadi sebagai tantangan latihan menstabilkan emosi, tidak panik, dan tak mudah putus asa.

Rupanya susah betul melakukan pemisahan gelas-gelas itu. Aku harus menyabuni, memberi deterjen, dan mengairi agar tak kesat. Tak mudah juga melepaskannya. Rasanya ingin kubanting saja gelas tersebut. Kemudian ia pecah, selanjutnya aku buang. Habis perkara. Lagipula, harga gelas masih terjangkau. Sepuluh ribu rupiah untuk harga gelas besar, dan lima ribu rupiah untuk harga gelas kecil. Jualnya juga banyak di toko-toko dekat rumah.

Tapi sikap pantang menyerah bertengger di posisi pertama, walau sulit, masih saja berkali-kali aku coba. Akhirnya kucongkel gelas tadi memakai sendok. Perlahan kuputar, kuberi juga deterjen dan air agar longgar. Kuputar lagi, kucongkel lagi. 20 menit, berhasil..!! Kedua gelas jadi cerai, namun tak berai.

Ke-egoanku teratasi. Kedua gelas bisa digunakan kembali tanpa cacat sama sekali. Aku telah belajar dari hidup, menemukan pengalaman, memperbaiki sifat dan sikap untuk tetap menjadi yang terbaik dan mendapatkan yang terbaik.

Allah.. hamba yang hanif ini meminta dengan sungguh, agar dilipat gandakan kekuatan dalam menghadapi kerikil tajam kehidupan. Bantu hamba menjadi orang yang sabar dan ikhlas sebagai bekal menapak langkah meski penuh peluh dan lelah.

Aku tulis ini pukul 01.00 pm. Saat mendung di tengah siang, sendiri di tengah keramaian, sedih di tengah riang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s