7 kupu-kupu dalam 1 minggu

mereka datang silih berganti ke rumahku. Ada coklat tua besar, hitam putih, putih campur kuning, kuning polos, hijau campur putih, coklat bercorak polkadot, dan coklat kecil. Satu minggu berturut-turut kupu-kupu itu menghiasi rumah kami. Terbang kesana kemari, berputar-putar genit, mampir di jendela, duduk-duduk di beranda, bahkan mengajak berbincang seraya memberi isarat menampar wajahku lebih dulu dengan sayap lembutnya. Yang menamparku itu hanya kupu-kupu bercorak polkadot. Sangat tidak sopan ya. Itulah perbedaan manusia dan hewan. Karena hewan tidak berakal serta tidak punya hati, itu sebab seenaknya saja ia berbuat tanpa memikirkan akibat, tanpa mempertimbangkan etika dan norma.

Kupikir-pikir, kupu-kupu itu berjenis kelamin lelaki. Sebab ia hanya memburuku. Menampar dan membuat serbuk sayapnya menempel di wajah mulusku.

Kupu-kupu polkadot lebih sering berkunjung. Meski sayapnya terluka digigit cecak, ia tetap mampir. Maksud kedatangannya aku kurang tahu. karena ia datang tanpa diundang. Tapi menurut almarhum nenek moyangku, kehadiran kupu-kupu pertanda datang tamu. Tahu tidak, tafsir itu tak terbukti. Nenek moyangku salah. Karena tak seorang tamu pun datang ke rumah.

Ketika abangku bertanya apa makna kedatangan kupu-kupu, kujawab saja se-mauku bahwa rezeki akan mencurah berlimpah-limpah. Itu jawaban pertama. Selanjutnya jawaban kedua, akan datang 5 pangeran dan 2 tuan putri ke rumah kami. “maksudnya?” tanya abangku serius. “ayah dapat 7 menantu sekaligus. 2 orang perempuan dan 5 orang laki-laki”, jawabku amat santai. “jadi intinya adalah kita dapat 3G: Gold, Glory, Gospel..!!”. Abangku percaya. Adikku juga. Karena keduanya percaya, akhirnya aku tertular, percaya dengan cerita rekaanku sendiri. Konyol ya.

Biarlah. Aku suka begitu. Maksudnya, apapun yang terjadi, katakan sajalah pertanda rezeki. Seperti halnya dalam ramalan zodiak. Saat ramalan bintangku berisi hal baik-baik, aku benarkan sambil senyum-senyum lucu. Kalau berisi hal buruk, aku bantah semua isinya. Penafsir ramalan bintang itu hanya mengarang-ngarang cerita sambil main dadu. Fiktif..! Aku tidak akan membiarkan doktrin buruk mempengaruhi pikiranku. Tidak akan memberikan celah kecil pada cerita kotor memasuki sarafku.

Dengan kerja keras, aku akan menentukan nasibku sendiri (bersama Allah tentu saja), harus bagaimana dan akan seperti apa.
Meski Kerja keras memang mengeluarkan keringat, tapi tak ada orang yang mati tenggelam dalam lautan keringat..!

Kupu-kupu, sekarang datanglah. Tapi jangan tampar wajahku lagi. Meski tidak sakit, tapi geli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s